Gus Ipul-Azwar, Duet Anak Hilang dan Bupati Pro-Toko Rakyat

Eka Santhika, CNN Indonesia | Senin, 16/10/2017 06:46 WIB
Gus Ipul-Azwar, Duet Anak Hilang dan Bupati Pro-Toko Rakyat Sosok Gus Ipul dan Azwar Anas yang diusung menjadi cagub dan cawagub Jawa Timur untuk Pilkada Provinsi Jatim pada 2018 (dok. CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur yang akan diusung PDIP untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah Jawa Timur periode 2018.

Sebelum pengumuman, Mega mengungkap bahwa memilih nama untuk calon gubernur dan wakil bukanlah pekerjaan mudah. Hal ini sudah dialaminya sepanjang menjadi Ketua Umum PDIP.

"Tidak seperti politik praktis, artinya tidak gampang saja gitu. Sepanjang pengalaman sebagai ketua partai, mencari pasangan calon yang penting bisa menjalankan pemerintahan di daerahnya sebagai pemimpin yang baik," tuturnya, di Jakarta, Minggu (15/10).


Megawati juga menyebut agar jajarannya tidak sembarangan memilih calon. Ia juga menyampaikan harapannya agar calon yang diambil tidak hanya dari internal partai dan eksternal. Untuk itu, PDIP lantas membuka pendaftaran untuk penjaringan Cagub dan Cawagub.

Syaifullah Yusuf

Dalam pidatonya saat mengumumkan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyebutkan kalau Saifullah Yusuf sebagai anak yang hilang.

Tak heran, lantaran pria yang akrab Gus Ipul itu memang telah lama menjadi anggota PDIP, namun sempat mengundurkan diri dan bergabung dengan PKB ketika hubungan antara Megawati dan Gus Dur merenggang.

"Yang ini saya kenal sudah lama buanget, dari saya masih dengan Gusdur [...] Dia bahkan dijadikan anak angkat saya. Saya disuruh ngajarin oleh Gus Dur biar pinter. Eh, taunya beneran pinter," cerita Mega, sesaat sebelum mengumumkan nama pasangan calon gubernur yang akan diusung, di Jakarta, Minggu (15/10).


Gus Ipul sendiri melanjutkan karir politiknya lewat PKB selepas 2001 ketika ia mengundurkan diri sebagai anggota PDIP Perjuangan dan anggota DPR. Pria lulusan Universitas Nasional ini juga sempat menjabat sebagai Menteri Percepatan Daerah Tertinggal pada 2004 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski kemudian pada 2007 ia dicopot dari jabatannya setelah konflik internal PKB mencuat.

Pada 2008, karir politiknya kembali moncer setelah menjadi pasangan Soekarwo sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Ia pun kembali memenangi Pilgub Jatim pada 2013. Baru pada 2016, Gus Ipul disebut-sebut kembali ke PDIP.

"Saifullah Yusuf pernah dapat 31 penghargaan transportasi publik," jelas Mega setelah mengumumkan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Azwar Anas

Sementara untuk Abdullah Azwar Anas, disebut Megawati sebagai representasi kaum millenial. Dalam catatan Mega, Azwar pernah menjadi salah satu anggota MPR termuda periode 1997-1999.

"Dia ini bener-bener menjalankan Trisakti Bung Karno. Dulu saya bolak-balik Banyuwangi gitu-gitu saja tidak ada kemajuan. Sekarang sudah ada enam flight kesana," tutur Mega.

Selain itu, Mega juga menyebutkan kalau Azwar tidak memperbolehkan berdirinya jaringan toko kelontong di Banyuwangi. Sebelumnya, diberitakan bahwa Azwar memang melarang berdirinya Alfamart dan Indomaret di wilayahnya. Kalaupun ada, menurut Azwar itu adalah hasil dari kebijakan Bupati sebelumya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com dari Google Street View yang direkam pada 2017, memang tetap terdapat beberapa gerai Alfamart dan Indomaret yang masih berdiri di Banyuwangi. Dari situs Pemerintah Banyuwangi, disebutkan kalau mereka pun sendiri pernah melakukan penutupan paksa gerai ritel yang tetap nekat beroperasi, mesti tak berizin di masa kepemimpinan Azwar.


Dalam pidatonya, Megawati menyebutkan bahwa pelarangan ini dilakukan agar pasar rakyat bisa berkembang dan tidak kalah saing digilas oleh toko ritel berjejaring ini. Azwar juga tercatat berhasil menurunkan kemiskinan Banyuwangi menjadi 8,7 persen.

Melihat sederet prestasi Azwar itu, Megawati pun mengungkap kalau pria ini bisa menjadi pasangan yang tepat untuk Gus Ipul. "Bagus ini anak nih, buat bareng Syaifull untuk bangun Jawa Timur," ujar Mega dalam pidatonya.

Sebelumya, Azwar memulai karir politiknya lewat Partai Kebangkitan Bangsa. Begitupun ketika ia maju sebagai calon Bupati Banyuwangi 2010, ia masih dibawah payung PKB. Sementara pada Pilkada Bupati Banyuwangi 2015, Azwar diketahui sudah diusung oleh PDIP.