Polda Papua Tak Tambah Personel di Freeport Pasca Baku Tembak

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Senin, 23/10/2017 05:08 WIB
Polda Papua Tak Tambah Personel di Freeport Pasca Baku Tembak Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memastikan polisi terus mengejar pelaku yang diduga berada di balik aksi penembakan di kawasan PT Freeport di Tembagapura, Papua, Sabtu (21/10) lalu. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan tidak ada penambahan personel dalam pengejaran yang dilakukan Brimob setelah insiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan operasional PT Freeport di Tembagapura.

"Untuk saat ini tidak ada penambahan personel untuk melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Sabinus Waker," kata Boy Rafli dihubungi di Jayapura, Minggu (2/10) malam, seperti dilansir dari Antara.


Polisi belum berhasil menangkap satu pun anggota kelompok Sabinus Waker yang diduga jadi dalang penembakan di kawasan PT Freeport.


Boy menyatakan, pengejaran akan terus dilakukan walaupun dari segi medan, KKB lebih menguasainya.

Sejak Sabtu (21/10) tercatat tiga anggota Brimob Detasemen B Timika tertembak saat melakukan pengejaran ke kawasan Kali Bua, Kampung Utikini, Tembagapura.


Dari tiga personel yang tertembak, satu di antaranya meninggal yaitu Briptu Berry Pratama.

Anggota Brimob yang terluka saat baku tembak adalah Brigpol Mudafol yang terkena di bagian kaki dan Barada Alwin terkena di bagian perut serta sepihan peluru mengenai lambung dan kandung kemih.

Aksi baku tembak pecah sesaat setelah penembakan yang terjadi di mile 67,5, Sabtu (21/10) sekitar pukul 08.10 WIT terhadap dua kendaraan PT Freeport yang dikemudikan Muhamad Jamil dengan nomor lambung 01 4755 dan kendaraan dengan nomor lambung 01 5504.


Salah satu kendaraan itu dikemudikan Joe Hacth berkebangsaan Amerika. Dia ikut terkena tembakan 

Kedua kendaraan ditembak KKB saat hendak menjemput anggota Brimob yang akan melakukan patroli.