Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, seluruh jajaran pengurus dan semua kader sudah satu suara agar Prabowo kembali maju sebagai capres.
“Semua kader Gerindra, seluruh pengurus, semua jajaran tidak ada satu pun yang tidak meminta Pak Prabowo maju lagi (sebagai Capres). Jadi, tidak satu pun tidak yang tak menginginkan,” aku Muzani, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Prabowo telah memberi jawaban atas keinginan para kader untuk memajukannya sebagai Capres. Prabowo menyatakan, katanya, jabatan Presiden merupakan instrumen untuk menjaga keutuhan, martabat, kewibawaan bangsa, kemajuan negara dan kesejahteraan rakyat.
"Bagi beliau jabatan presiden itu bukan segala-galanya,” ujar Muzani.
Dengan adanya pernyataan itu, Muzani membantah jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai Capres dari Gerindra pada Pemilu 2019. "Anies tetap Gubernur DKI Jakarta sampai lima tahun yang akan datang,” kata dia.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi lawan terkuat Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu berdasakan hasil survei PolMark Indonesia, jika Pilpres dilakukan saat ini.
Survei PolMark dilakukan pada 9-20 September 2017, dengan responden 2.250 orang dari 32 provinsi. Survei tersebut menunjukkan, Prabowo memperoleh suara sebesar 21 persen, di bawah Presiden Joko Widodo yang mendapat suara 41,2 persen.
Jokowi sebelumnya menjabat Gubernur DKI periode 2012-2017. Saat Pilkada DKI 2012, Gerindra ikut mengusungnya sebagai Calon Gubernur bersama PDIP. Namun, pada Pemilu 2014, Jokowi diusung PDIP sebagai Capres dan meneyrahkan kepemimpinan Jakarta kepada wakilnya, Basuki T. Purnama alais Ahok. Pada Pemilu itu, Jokowi mengalahkan Prabowo.