Sebagian Besar Anggota DPRD DKI Setuju Paripurna Anies-Sandi

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Senin, 30/10/2017 06:00 WIB
Sebagian Besar Anggota DPRD DKI Setuju Paripurna Anies-Sandi Wakil DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengklaim hanya Ketua Prasetyo Edi Marsudi yang tak setuju dengan pelaksanaan paripurna istimewa Anies-Sandi. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengklaim, sebagian besar anggota DPRD menyetujui paripurna istimewa untuk Anies Baswedan-Sandiaga Uno usai resmi menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI. Menurutnya, hanya Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi yang tak setuju dengan pelaksanaan paripurna tersebut.

“Sebagian besar anggota DPRD berkehendak paripurna, yang belum pak ketua doang,” ujar Taufik saat ditemui di gedung DPD Golkar Jakarta, Minggu (29/10).

Taufik berkukuh pelaksanaan paripurna istimewa penting untuk mengetahui visi dan misi Anies-Sandi. Dalam paripurna tersebut, Anies mestinya menyampaikan visi dan misi selama lima tahun ke depan serta pemaparan program-program yang akan dilakukan.


“Bagaimana kita mau menilai Anies-Sandi kalau tidak paham visi misi. Ini pentingnya paripurna,” katanya.
Senada dengan Taufik, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Ashraf Ali setuju diadakan paripurna istimewa untuk Anies-Sandi. Ashraf menilai, paripurna itu tetap perlu dilakukan untuk mengetahui visi misi kedua pasangan tersebut.

“Sebaiknya diadakan untuk memberi ruang bagi rakyat supaya tahu visi misinya seperti apa,” katanya.

Menurut Ashraf, tertundanya paripurna ini terjadi karena permasalahan komunikasi dengan Prasetyo. Namun ia meyakini permasalahan itu akan selesai karena Prasetyo telah duduk bersama dengan Anies-Sandi dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) beberapa waktu lalu.

“Masalahnya hanya di komunikasi saja dengan ketua DPRD,” ucapnya.
Jajaran pimpinan DPRD DKI Jakarta saat ini terbelah menyikapi paripurna istimewa Anies-Sandi. Prasetyo yang berasal dari PDI Perjuangan menyatakan, DPRD tidak akan menggelar paripurna istimewa untuk Anies-Sandi karena tidak ada aturan yang mewajibkan.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik yang berasal dari Partai Gerindra berkukuh agar DPRD menggelar paripurna istimewa Anies-Sandi.

Anies-Sandi pun menyatakan sikapnya masih setia menunggu undangan dari DPRD untuk digelar rapat paripurna istimewa dalam rangka penyampaian visi misi gubernur periode 2017-2022.