“Dia tidak mau masuk sekolah karena di-bully teman-temannya. Dia dijuluki Ahok karena wajahnya, padahal dia dari Nias," Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan saat dikonfirmasi, Selasa (30/10).
Kejadian tersebut hangat diperbicangkan di media sosial setelah akun Facebook bernama Bearo Zalukhu menuliskannya. Bearo mengaku sebagai paman dari JS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sempat ditusuk pulpen tangannya tapi sudah sembuh. Biasalah kenakalan anak-anak," ujarnya.
Menurut Hendy, keluarga JS ingin memindahkannya ke sekolah swasta karena merasa trauma dengan insiden tersebut.
Selain itu, Hendy mengaku, pihaknya sedang melakukan pendekatan psikologis untuk memberikan pemahaman soal tindakan yang salah terhadap anak-anak tersebut.
"Ini kan anak-anak SD yang masih belum tahu akibat perbuatannya. Jadi kami lebih kepada pendekatan psikologis. Dan kepada sekolah untuk mengawasi dengan ketat supaya tidak mengulang kejadian serupa," kata Handy. (sur)