Polisi Identifikasi Diduga Jasad Tersangka Pabrik Kembang Api

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 02:01 WIB
Polisi Identifikasi Diduga Jasad Tersangka Pabrik Kembang Api Anggota DVI Polri meninjau lokasi kejadian saat olah TKP kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, Jumat (27/10). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan berusaha untuk mengidentifikasi data jenazah tersangka kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Polisi telah menetapkan Subarna Ega sebagai tersangka dalam peristiwa kebakaran pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut. Subarna ditetapkan sebagai tersangka karena aktivitas mengelas besi yang dilakukannya yang diduga sebagai penyebab kebakaran. Namun hingga kini Subarna belum dapat ditemukan. Dugaan sementara, Ega ikut menjadi korban terbakar dalam peristiwa tersebut. 

"Sudah kami koordinasikan dengan keluarga di Cililin, (Kabupaten) Bandung Barat, yang bersangkutan juga belum kembali. Istri dan keluarga sudah lapor ke RS Polri Kramat Jati dengan membawa KK (Kartu keluarga)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/10).



Berdasarkan keterangan yang didapatkan dari keluarga, dan juga rekan kerja, hingga kini polisi masih melakukan pengidentifikasian. Namun Argo mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran pada kondisi Ega apakah menjadi korban atau tidak.

Polisi Identifikasi Diduga Jasad Tersangka Pabrik Kembang ApiArgo Yuwono. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Selain itu, Argo mengatakan pihaknya juga sudah memeriksa rekan kerja Subarna yang bekerja bersamanya mengelas besi di atap pabrik pada hari nahas tersebut. Pengelasan atap pabrik itu sudah memasuki hari kedua.

Argo mengatakan, pengelasan yang dilakukan di hari pertama berjalan dengan aman tanpa ada masalah. Namun, pengelasan di hari kedua justru diduga terdapat percikan api yang menyambar ke bahan yang mudah terbakar. Api pun membesar dalam kurun waktu yang cepat.

“Ada saksi namanya Khusnul. Dia sama-sama dengan tukang las Subarna Ega dan sama-sama ada di atas. Ega yang ngelas dan dia (Khusnul) yang memegang besinya," ujarnya.

Argo mengatakan Khusnul berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api di pabrik tersebut. Khusnul berhasil melompat dan terjatuh di atap asbes lalu lari. Argo mengatakan Khusnul melarikan diri dan karena panik dirinya tidak sempat untuk menoleh keadaan sekitar. 

"Dia keluar lewat pintu depan dan dia selamat. Dia tidak menengok ke kiri dan kanan yang penting dia ini lari dan dia mendengar ledakan setelah itu," tuturnya.

Polisi sendiri tidak menetapkan Khusnul sebagai tersangka. Khusnul hanya diperiksa sebagai saksi dalam kejadian tersebut. 

Hingga kini, Argo mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 18 saksi. Selain Subarna, polisi juga telah menetapkan dua tersangka lainnya yakni pemilik pabrik Indra Liyono dan direktur operasional Andri Hartanto. Keduanya diduga lalai dan melanggar Pasal 183 Undang-Undang Ketenagakerjaan. Saat ini, Indra dan Andri telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.


[Gambas:Video CNN]
Argo mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sebanyak sembilan korban tewas yang berada di RS Polri. Namun Argo belum dapat menyebutkan data-data korban lantaran belum menerimanya. Dari jumlah korban jiwa yang terbakar masih terdapat 38 korban jiwa lainnya yang belum teridentifikasi. 

Sebelumnya, pada Jumat (27/10) lalu, Argo mengatakan pihaknya menyediakan fasilitas berupa posko trauma healing. Posko tersebut ditujukan untuk membantu korban luka-luka untuk menghilangkan trauma akibat kejadian tersebut. Selain itu posko tersebut juga diperuntukkan keluarga yang merasa trauma saat menghadapi keluarganya yang menjadi korban tewas terbakar. 

Posko trauma healing itu, kata Argo, dapat ditemukan di pos pengaduan RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur yang menjadi tempat polisi mengidentifikasi jenazah-jenazah korban kebakaran pabrik kembang api tersebut. Sebelumnya, usai kebakaran yang terjadi pada Kamis lalu, RS Polri menerima 47 kantong jenazah. Lalu kemarin, datang lagi dua kantong jenazah untuk diidentifikasi di RS tersebut. (kid/kid)