Laporan tersebut dilayangkan seorang warga bernama Sandi Kurniawan. Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan sang pelapor sudah diperiksa pihaknya. Selanjutnya, polisi mendengarkan pendapat dari ahli.
“Kemudian dalam proses kami tanyakan ke ahli apakah pidana atau tidak, tentu ahli sesuai keahliannya memberikan penjelasan,” kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martinus mengatakan pihanya belum mengeluarkan rencana untuk memeriksa Saut terkait dugaan ini dalam waktu dekat.
Sandi melaporkan Saut ke Sentra Pelayanan Kepolisin Terpadu (SPKT) Bareskrim pada Senin (9/10) dan diberi nomor LP/1028/X/2017/Bareskrim.
Pencegahan Setya ke luar negeri diperpanjang sejak 2 Oktober 2017 hingga 2 April 2018. Surat perpanjangan itu ditandatangani oleh Ketua KPK Agus Rahardjo.
Pencegahan itu dikeluarkan tak lama setelah Setya menang praperadilan atas status tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).