KPK Periksa Kepala Bakamla di Puspom TNI

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 03/11/2017 02:38 WIB
KPK Periksa Kepala Bakamla di Puspom TNI Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Arie Soedewo telah diperiksa KPK di Puspom TNI AL. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Arie Soedewo. Pemeriksaan tersebut dilakukan pekan lalu di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. 

"Pemeriksaan jadinya dilakukan di Pom TNI. Jadi pemeriksaan tetap dilakukan, tapi tempatnya bukan di KPK tapi di Pom TNI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/11).


Arie Soedewo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan.


Febri menyebut, pemeriksaan Jenderal TNI AL bintang tiga itu dilakukan di Puspom TNI karena yang bersangkutan merupakan perwira militer aktif. Menurut dia, KPK memilah kewenangan dengan Puspom TNI dalam korupsi pengadaan satelit monitoring atau pengawasan di Bakamla. 

"Kami kan dalam proses koordinasi tentu salah satu poinnya adalah memilah kewenangan KPK di sipil dan Pom TNI," tuturnya. 

Nama Arie mencuat dalam persidangan Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah. Arie disebut 'merestui' penerimaan uang dari Fahmi oleh Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama Bambang Udoyo. 

Bambang mengakui menerima uang dari Fahmi sebesar Sin$105 ribu terkait proyek pengadaan satelit pemantau, yang dimenangi perusahaan Fahmi. 

"Beliau hanya bilang, 'Biar kamu semangat kerjanya, nanti kamu (Bambang), Eko, dan Nofel saya kasih satu-satu'," ujar Bambang menirukan ucapan Arie ketika itu. 

Bambang sendiri sudah menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Militer, Jakarta. Dia didakwa menerima suap sebesar Sin$105 ribu atau sekitar Rp1 miliar terkait proyek pengadaan satelit pemantau di Bakamla.