"Penyidik mendalami bantuan-bantuan yang diduga mengalir ke parpol-parpol, salah satunya Hanura," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/11).
Siti Mashita atau yang akrab disapa Bunda Sitha berencana maju dalam Pilkada Kota Tegal 2018, untuk periode kedua. Bunda Sitha menggandeng Amir Mirza Hutagalung sebagai wakilnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyidik mendalami rencana tersangka untuk maju dalam pilkada tahun depan," tutur Febri.
Abas mengakui bahwa Bunda Sitha sudah melakukan pendekatan ke partainya. Namun, dia membantah ada aliran uang yang masuk ke partai yang kini dipimpin Oesman Sapta Odang.
"Nggak, keterkaitan kita hanya masalah politik saja," ujar Abas sambil berjalan meninggalkan gedung KPK.
Abas mengatakan partai Hanura sebelum Bunda Sitha ditangkap, belum pernah mengeluarkan surat rekomendasi kepada kakak Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno itu untuk maju kembali.
"Rekomendasi belum turun, pendekatannyaa sudah. Itu saja," kata dia.
Dalam kasusnya, Sitha, Amir, serta Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supardi telah ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring OTT KPK. Bunda Sitha dan Amir diduga sebagai penerima suap, sementara Cahyo diduga sebagai pemberi suap. Total uang suap yang diduga diterima Bunda Sitha sebesar Rp5,1 miliar.