Pemicu Bentrok Kelompok John Kei dengan Napi Teroris di Lapas
Oscar Ferry | CNN Indonesia
Rabu, 08 Nov 2017 19:28 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian tengah mendalami bentrokan kelompok John Kei dengan narapidana kasus terorisme di Lapas Klas IIA Permisan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Saat ini, para napi yang terlibat sudah diamankan di Polres Cilacap.
"Ya kejadian itu masih terus didalami. Mereka yang terlibat sudah kita amankan bawa ke Polres Cilacap," ucap Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Agus Triatmaja dalam pesan singkatnya, Rabu (8/11).
Agus menuturkan bentrokan itu dipicu diduga balas dendam karena salah seorang napi teroris diculik dan dipukuli oleh salah seorang anak buah John Kei.
"Iya, bentrokan itu dipicu oleh pemukulan (anak buah Jonh Kei kepada napi teroris)," ujar Agus kepada CNNIndonesia.com.
Bentrokan itu terjadi pada Selasa (7/11) sekitar pukul 07.50 WIB. Kelompok napi teroris dari Blok Tempo kamar 3 menyerang ke Blok Tempo kamar 1 yang dihuni John Kei dan anak buahnya. Mereka menyerang dengan menggunakan balok kayu proyek dan batu-batu yang ada di sekitar Blok Tempo.
Mengetahui penyerangan itu, para napi kasus pidana umum lain membantu kelompok John Kei. "Karena kalah jumlah selanjutnya napi teroris kembali ke dalam kamar sel dan mengunci dari dalam," ujar Agus.
Akibat kejadian itu, satu orang anak buah John Kei tewas setelah sempat mendapat perawatan. Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy Bin Robert Freddy Siburian, tewas.
"Satu orang tewas dari kelompok napi pidana umum. Tewas setelah mendapat perawatan," ujarnya.
Sementara John Kei dan dua anak buahnya, yakni Wendri Yanto Warta Bone dan Muhamad Asrul Sidik mengalami luka-luka.
Kini situasi di lokasi kejadi sudah kondusif. Namun, pihak lapas tetap melakukan monitoring mencegah bentrok susulan.
Kedua Kelompok Saling Lapor
Agus menambahkan, saat ini proses hukum terus berjalan atas kejadian tersebut. Sebab, kedua kelompok saling melaporkan ke Polres Cilacap.
"Kedua kelompok saling melapor. Saat ini proses hukum sedang berjalan di Polres Cilacap," ujar Agus.
Untuk melengkapi penyelidikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, empat pisau dapur, batu, pecahan kaca, potongan Kayu balok, serta baju-baju korban yang terdapat bercak darah. (osc/asa)
"Ya kejadian itu masih terus didalami. Mereka yang terlibat sudah kita amankan bawa ke Polres Cilacap," ucap Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Agus Triatmaja dalam pesan singkatnya, Rabu (8/11).
Agus menuturkan bentrokan itu dipicu diduga balas dendam karena salah seorang napi teroris diculik dan dipukuli oleh salah seorang anak buah John Kei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:LP Kerobokan Nyaris Rusuh Lagi |
"Iya, bentrokan itu dipicu oleh pemukulan (anak buah Jonh Kei kepada napi teroris)," ujar Agus kepada CNNIndonesia.com.
Bentrokan itu terjadi pada Selasa (7/11) sekitar pukul 07.50 WIB. Kelompok napi teroris dari Blok Tempo kamar 3 menyerang ke Blok Tempo kamar 1 yang dihuni John Kei dan anak buahnya. Mereka menyerang dengan menggunakan balok kayu proyek dan batu-batu yang ada di sekitar Blok Tempo.
Akibat kejadian itu, satu orang anak buah John Kei tewas setelah sempat mendapat perawatan. Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Ondy Bin Robert Freddy Siburian, tewas.
Lihat juga:Empat Napi Jambi Kabur Usai Kerusuhan |
"Satu orang tewas dari kelompok napi pidana umum. Tewas setelah mendapat perawatan," ujarnya.
Sementara John Kei dan dua anak buahnya, yakni Wendri Yanto Warta Bone dan Muhamad Asrul Sidik mengalami luka-luka.
Kini situasi di lokasi kejadi sudah kondusif. Namun, pihak lapas tetap melakukan monitoring mencegah bentrok susulan.
Lihat juga:Lapas Gorontalo Rusuh |
Kedua Kelompok Saling Lapor
Agus menambahkan, saat ini proses hukum terus berjalan atas kejadian tersebut. Sebab, kedua kelompok saling melaporkan ke Polres Cilacap.
"Kedua kelompok saling melapor. Saat ini proses hukum sedang berjalan di Polres Cilacap," ujar Agus.
Untuk melengkapi penyelidikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, empat pisau dapur, batu, pecahan kaca, potongan Kayu balok, serta baju-baju korban yang terdapat bercak darah. (osc/asa)