Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Jumat (16/9), mengatakan Basri melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Ampana. Catatan CNNIndonesia.com, dia melarikan diri pada 2013 setelah divonis 19 tahun penjara atas serangan terhadap warga kristen Poso, 2001-2006.
"Jadi dia melarikan diri ketika menjalani masa tahanan. Keterlibatan dia di samping saat ini yang terakhir ini juga berkaitan dengan aksi terorisme di masa lalu, ketika terjadi semacam konflik pada waktu itu di Poso," kata Boy di Markas Besar Polri, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita acara pemeriksaan sejumlah tersangka teroris yang tertangkap itu menyebut, Basri terlibat dalam pelatihan militer yang dipimpin Santoso. Di sana, Basri berperan sebagai instruktur menembak.
Sementara Santoso sudah lebih dulu menjadi orang paling dicari Indonesia karena serangkaian aksi teror. Dokumen tersebut menyebut, kelompok Santoso dan Basri sebagai kelompok 'Tanah Runtuh'.
Berdasarkan laporan Aliansi Jurnalis Independen Palu yang berjudul 'Telaah Peran Negara dalam Penegakkan Hukum dan Merawat Rekonsialiasi di Poso', Tanah Runtuh merujuk pada insiden perburuan polisi terhadap 29 yang ada dalam daftar pencarian orang (DPO) yang menjadi tersangka terorisme di Poso dan Palu.
Saat itu, berdasarkan dokumen sumber, kelompok Tanah Runtuh berlindung dari kejaran polisi di bawah Kelompok Kayamanya yang dipimpin oleh Yasin. Kelompok Kayamanya saat itu cukup disegani karena pengalaman saat konflik dan menjadi basis pergerakan kelompok dari Jawa.
Basri dan istrinya belum lama ini ditangkap di Poso dan dibawa ke Palu. Menurut Boy, proses penyidikan seluruhnya berada di Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dan tidak akan dibawa ke Jakarta.
Kelompok Mujahidin Indonesia Timur, menurut dia, tersisa 13 orang yang terpencar. Di antaranya adalah orang ketiga paling bahaya, yakni Ali Kalora.
Menurut Boy, Ali Kalora adalah seseorang yang terlatih dan mempunyai pengikut setia. "Karena terpencar ini jadi lebih mudah untuk kami mencarinya," kata Boy. (rdk)