Anies Ingin Bikin Walk of Fame di Trotoar Sudirman-Thamrin

Tiara Sutari & Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 09/11/2017 11:06 WIB
Anies Ingin Bikin Walk of Fame di Trotoar Sudirman-Thamrin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewacanakan membuat trotoar di Jalan Sudirman-Thamrin seperti walk of fame. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menata trotoar di Jalan Sudirman-MH Thamrin. Nantinya, dia ingin membuat trotoar tersebut seperti walk of fame di Amerika Serikat.

Nama-nama atlet Indonesia berpretasi yang telah mengharumkan nama bangsa akan terukir di trotoar. Hal itu merupakan bentuk penghargaan terhadap atlet-atlet Indonesia. Namun, Anies belum mau menyebutkan secara detail rencana walk of fame tersebut.

"Ada, namanya walk of fame. Nanti kalau sudah jadi desainnya saja, lebih gampang," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/11).



Pernyataan tersebut menanggapi usulan yang dilontarkan wakilnya, Sandiaga Uno bahwa agar atlet-atlet yang berprestasi dapat diapresiasi di trotoar jalan protokol tersebut.

Walk of Fame tersebut, kata Anies, akan dilengkapi dengan kisah-kisah para atlet sehingga bisa menginspirasi para warga yang melintas.

"Kalau walk of fame itu artinya ada nama-nama, terutama di sekitar Senayan, nama-nama atlet yang mengharumkan nama Indonesia akan diberikan tempat di situ, diceritakan sejarahnya, diberikan kesempatan untuk waktu-waktu tertentu bisa berinteraksi dengan warga," kata Anies.

Konsep walk of fame ada di Los Angeles, Amerika Serikat. Di ruas trotoar sepanjang 15 blok dari Hollywood Boulevard dan tiga blok dari Vine Street, pejalan kaki dapat melihat nama-nama selebriti dalam gambar bintang. Ada 2.400 nama di trotoar itu, meliputi bintang film, musisi, hingga komedian.

Anies juga menyarankan agar ada spot budaya yang dibangun di trotoar Sudirman-Thamrin. Dengan demikian, trotoar di Jakarta bisa menjadi etalase kebudayaan nasional.

Nantinya, kata Anies, trotoar tidak hanya dijadikan tempat menyimpan tanaman atau berjalan kaki saja. Tetapi juga memiliki area khusus untuk kegiatan lain, misalnya kegiatan seni dan kebudayaan.

(ugo/djm)