“Hampir setiap proyek yang dibangun pasti ada penggelembungan nilai. Ada mark-up, itu artinya pencurian,” kata Prabowo, dalam pidatonya yang bertajuk ‘Membangun Kesadaran Bangsa’, dalam gelaran Dies Natalis ke-XVIII dan Wisuda ke-XV Universitas Bung Karno (UBK), di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (16/11).
Prabowo, yang bakal diusung kembali Gerindra sebagai Calon Presiden di Pemilu 2019, tidak merinci proyek-proyek yang dikorupsi itu. Dia hanya menyebut bahwa indikasi banyaknya korupsi itu ada pada ketimpangan kesejahteraan di Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah seolah raib begitu saja meski Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita semua mengerti bahwa korupsi sudah begitu merajalela,” cetus dia, yang saat itu memakai kemeja coklat lengan pendek.
Meskipun kekayaan Indonesia sudah sejak lama jadi incaran dan eksploitasi asing, kata Prabowo, masyarakat tidak bisa selalu menyalahkan pihak asing dalam hal pemerataan hasil sumber daya alam. Ia mendorong semua pihak untuk lebih menjaganya.
Dalam acara yang diikuti 1.086 wisudawan itu, hadir pula Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, Jenderal (Purn.) Djoko Santoso, dan duta besar negara sahabat.
Diketahui, salah satu proyek di pemerintahan yang diduga dikorupsi adalah proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam negeri. Nilai kerugian negara disebut mencapai Rp 2,3 triliun. Salah satu tersangkanya adalah Ketua DPR Setya Novanto.
(arh/gil)