Justice League hingga Arjuna, Julukan Sandi untuk Pemprov DKI

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Sabtu, 18/11/2017 13:24 WIB
Justice League hingga Arjuna, Julukan Sandi untuk Pemprov DKI Sandiaga menilai semua jajaran pemerintah Provinsi DKI sebagai pahlawan ketika membuka posko pengaduan di Kecamatan Gambir. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai semua jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dimulai dari Gubernur hingga elemen paling bawah seperti RT, RW dan Lurah dan Camat adalah pahlawan untuk membangun ibu kota. Dia menyamakan semuanya dengan tokoh-tokoh dalam film layar lebar "Justice League".

Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat mengunjungi Kantor Kecamatan Gambir di Jakarta Pusat. Kunjungannya itu untuk melihat posko pengaduan yang dibuka oleh kecamatan untuk menampung keluhan masyarakat. Hari ini, pemerintah provinsi resmi membuka 44 posko pengaduan di 44 kecamatan DKI Jakarta.

Posko pengaduan ditujukan juga untuk persiapan menanggapi siaga bencana di DKI Jakarta. 


"Yang baru ini dengan sistem menerima masyarakat, ke depan membangun masyarakat tidak bisa sistemnya Superman. Hanya satu Superman semua datang ke Balai Kota," ujarnya, Sabtu (18/11).
Sandi menganalogikan Superman sebagai gubernur. Menurutnya, untuk membantu masyarakat, tak bisa hanya dilakukan oleh gubernur seorang, melainkan tergantung dari tingkat kesulitan persoalan yang mereka hadapi.

"Jadi kita ini kalau disebut Justice League, superhero," ucap Sandi.

Keluhan dari masyarakat, kata Sandi, bisa ditangani di kecamatan dan kelurahan. Jika permasalahan belum bisa diselesaikan dapat dibawa ke tingkat wali kota. Jika wali kota tidak bisa menyelesaikan baru dapat dibawa ke ranah gubernur.

"Ini namanya sistem. Yang bisa diselesaikan, dapat diselesaikan di kecamatan. Semuanya tidak perlu diselesaikan di Balai Kota, kasian warga," tuturnya.

Dengan sedikit bergurau, Sandi menyebut tim camat sebagai Avengers. Sementara wali kota disebutnya dengan julukan Nagabonar.

Lain hal dengan jajaran Pemprov DKI yang perempuan. Dia menyebutnya dengan julukan Wonder Woman dan Srikandi. Sementara Gubernur DKI Anies Baswedan disebutnya sebagai Yudistira.
Sementara itu, dia menyebut dirinya sebagai Arjuna. Ungkapan itu pun ditanggapi dengan tawa oleh sekitar 30 tamu yang hadir. Mereka terdiri dari sekitar belasan warga yakni ketua RW dan staf-staf dari kantor kecamatan.

Sementara itu, Camat Kecamatan Gambir M Fauzi mengatakan pihaknya membuka posko aduan pada Sabtu sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Pada Minggu, pihaknya akan mengadakan kerja bakti sekaligus untuk mengecek situasi di lapangan.

"Saya sampaikan kepada Ketua RW, mekanismenya adalah Hari Sabtu (pengaduan) dan Minggu kerja bakti sekaligus mengecek situasi real di lapangan. Sehingga Senin setiap selesai apel pagi bisa ditindak di level kecamatan. Apabila kami nilai tidak bisa ditindaklanjuti akan dibawa ke Bapak Wali Kota untuk dibawa ke rapim," kata Fauzi. (stu)