Guyonan Fahri: Setnov Populer dan Bisa Jadi Presiden

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 21:05 WIB
Guyonan Fahri: Setnov Populer dan Bisa Jadi Presiden Menurut Fahri Hamzah popularitas Setnov saat ini bisa saja membuat Ketua Golkar itu menjadi Presiden RI. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Fahri Hamzah melontarkan guyonan Setya Novanto bisa menjadi Presiden. Pasalnya, Ketua DPR itu yang tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Menurut Fahri, Setnov berpotensi menjadi Presiden lantaran popularitasnya saat ini. Menurut dia, popularitas merupakan faktor utama yang dapat meningkatkan elektabilitas seseorang dalam politik.

"Apa yang masih hangat? Novanto ini masih dibahas-bahas terus, masih seksi. Saya khawatir Pak Novanto populer ini justru jadi presiden," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/11).


"Emang orang itu harus dikenal dahulu baru elektabilitasnya tinggi," ujarnya.


Setnov menjadi perbincangan hangat di masyarakat dipicu proses penangkapan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang berlangsung cukup panjang, dalam beberapa hari terakhir.

KPK sempat memasukkan Ketua Umum Golkar itu dalam daftar pencarian orang sebelum akhirnya Setnov berhasil ditahan di rutan KPK.

Setnov ditangkap setelah dirinya mengalami kecelakaan mobil di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/11) pekan lalu, setelah sempat dicari oleh KPK selama lebih dari 12 jam. 


Setnov sempat mendapat perawatan di RS Medika Permata Hijau dan RSCM, sebelum akhirnya dibawa ke Rutan KPK pada Minggu (19/11), dengan status tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Hal lain yang membuat Setnov populer, yakni ketika diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk meminta 20 persen saham PT Freeport Indonesia. Publik kala itu menyebut kasus Setnov dengan sebutan 'Papa Minta Saham'.

Selain itu, Setnov semakin populer manakala memenangkan praperadilan atas status tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Namun, dalam perkara itu KPK menetapkan kembali Setnov sebagai tersangka.

(wis/asa)