Pemprov DKI Pastikan Subsidi Daging hingga Susu Ada di 2018

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 22/11/2017 21:19 WIB
Pemprov DKI Pastikan Subsidi Daging hingga Susu Ada di 2018 Pemprov DKI Jakarta memastikan tetap menyalurkan subsidi bahan pangan termasuk subsidi daging kepada para pemilik Kartu Jakarta Pintar. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa pada tahun 2018 mendatang, produk pangan bersubsidi tetap tersedia untuk pasar-pasar di Jakarta. Produk tersebut yakni daging ayam dan sapi, susu, telur, dan ikan beku.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni usai rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Saya kira yang mengatakan bahwa subsidi daging akan disetop itu tidak ada. Kami sudah programkan kembali. Uangnya sudah ada, sudah diketok," kata Darjamuni di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/11).



Angka subsidi bahan pangan tahun 2018, kata Darjamuni, mencapai Rp855 Miliar. Anggaran itu sudah tersedia di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta.

Alokasinya untuk enam produk pangan yakni daging sapi, daging ayam, telur, beras, ikan, dan susu.

Darjamuni mengatakan, penerima subsidi yang berhak adalah pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP), penghuni rumah susun, golongan lanjut usia, golongan disabilitas, dan juga buruh yang menerima UMP DKI 2018 nantinya.

Data sementara penerima subsidi pangan yang dihimpun Pemprov DKI sebanyak 700 ribu orang.

"Datanya sedang kita collect (kumpulkan) semua. Insya Allah kita bisa mulai di bulan Januari 2018," kata Darjamuni.

Isu penghentian subsidi daging beredar di media sosial setelah Pemprov DKI dalam APBD 2018 menghentikan penyertaan modal daerah kepada PD Dharma Jaya dan lima BUMD lainnya. PD Dharma Jaya adalah BUMD yang menyalurkan daging bersubsidi.

Di salah satu media, Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati mengatakan agar subsidi daging tetap berjalan, pihaknya tetap membutuhkan PMD dari Pemprov DKI.

Terkait itu Darmajuni mengatakan bahwa PD Dharma Jaya tetap ditunjuk sebagai penyedia daging ayam dan sapi bersubsidi. BUMD lain yang ditunjuk untuk menyalurkan subsidi adalah PT Food Station Tjipinang Jaya untuk pasokan beras dan telur.

Adapun distributor bagi produk pangan tersebut adalah PD Pasar Jaya yang menyalurkannya ke berbagai pasar di Jakarta. Untuk subsidi ikan beku dan susu, kata Darjamudin, Dinas KPKP masih mencari BUMD yang bisa menyediakan itu.

"Nah, tahun depan akan ada tambahan, sedang kita garap nih siapa yang akan melaksanakan pengadaannya itu," kata Darjamuni.


Pembayaran subsidi untuk produk pangan termasuk subsidi daging yang dijual oleh BUMD dilakukan dengan sistem reimburse. Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta baru akan mengganti biayanya setelah produk terjual setiap bulannya.

"Tergantung yang terjual berapa, yang beli berapa, itu yang kita bayar. Iya, kayak reimburse gitu," ujarnya. (wis/asa)