PDIP Sebut SBY Terapkan Strategi Outsourcing di Pilgub Jatim

Wishnugroho Akbar , CNN Indonesia | Jumat, 24/11/2017 06:39 WIB
PDIP Sebut SBY Terapkan Strategi Outsourcing di Pilgub Jatim Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berpendapat, strategi outsourcing diterapkan SBY lantaran Demokrat tengah mengalami krisis kader muda. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menjalankan strategi outsourcing karena telah mengusung kader PDIP Emil Dardak sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

Strategi outsourcing adalah strategi mengusung kader partai lain di ajang pemilihan umum. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, strategi outsourcing diterapkan lantaran Demokrat tengah mengalami krisis kader muda.

“Dalam kapasitas Pak SBY sebagai ahli strategi, pilihan jalan pintas saat ini memang merekrut tokoh di luar Partai, termasuk anggota partai lain. Itu menjadi opsi utamanya," kata Hasto dalam keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (23/11).

Krisis kader muda itu dikatakan Hasto terjadi setelah sejumlah kader muda Demokrat terjerat kasus korupsi, seperti dialami oleh Andi Malarangeng, Muhammad Nazaruddin, Choel Malarangeng, Anas Urbaningrum.

Hasto menyatakan, dalam karakter partai elektoral macam Demokrat, strategi outsourcing memang sah-sah saja.

Di sisi lain, ia membandingkannya dengan apa yang diperlihatkan PDIP. Kata Hasto, PDIP memilih berkomitmen membangun sekolah partai, sekolah kader dan melakukan pendidikan politik secara berjenjang sebagai proses kaderisasi sistemik yang dibangun di PDI Perjuangan.

“Partai tidak pernah terpancing dengan jurus Pak SBY, karena kami percaya pada mekanisme kaderisasi partai,” ujarnya.

PDIP di Pilgub Jatim telah resmi mengusung Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas. Nama terakhir adalah kader PDIP yang sedang menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, Jawa Timur.

PDIP, kata Hasto, berjanji untuk menampilkan strategi terbaik, mengingat Gus Ipul-Azwar Anas merupakan kombinasi kepemimpinan berprestasi.

Keduanya disebut tidak hanya memiliki akar yang kuat, juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang merupakan kombinasi antara tradisi NU yang dibalut gagasan Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.

“Gus Ipul dan Anas telah matang dalam kepemimpinan, suatu manifestasi kepemimpinan Merah Putih untuk memerkuat Presiden Jokowi” ujar Hasto.

(wis/gil)