PDIP Bahas Pencapresan Jokowi di Rakernas Januari 2018

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Minggu, 26/11/2017 20:26 WIB
PDIP Bahas Pencapresan Jokowi di Rakernas Januari 2018 Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, beberapa waktu lalu. Pencalonan kembali Jokowi sebagai Presiden oleh PDIP masih harus menunggu 2018. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan membahas pencalonan Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dalam Rapat Kerja Nasional yang diselenggarakan 10-12 Januari 2018.

“Kami mau adakan Rakernas. Di situ kami akan bahas (soal Pencapresan)," kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Minggu (26/11).


PDIP, lanjut dia, pada prinsipnya memiliki tradisi untuk mendukung calon petahana yang berprestasi dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.


Dalam konteks calon Presiden, PDIP ingin lebih dahulu memperkuat citra Jokowi di mata masyarakat dengan menunjukkan kinerja yang lebih baik dan memastikan dukungan parlemen pada Jokowi.

"Karena konfigurasi politik nanti akan semakin menuju di dalam sistem politik yang ideal, bagaimana sistem presidensial itu tidak hanya kuat (dengan) dukungan rakyat, tapi juga dukungan di parlemen," dalih Hasto.

Berdasarkan hasil survei lembaga Poltracking Indonesia, elektabilitas Jokowi saat ini berada di angka 53,2 persen, unggul dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ada di angka 33 persen.

Survei itu digelar Polrtracking pada 8 hingga 15 November 2017 dan melibatkan 2.400 responden.


Namun, kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha, angka itu belum aman untuk Jokowi. Menurutnya, elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelang Pemilu 2009 ada di angka 60 hingga 70 persen.

"(Jokowi) secara elektabilitas potensial masih tinggi dari Pak Prabowo, tapi belum aman secara elektoral," kata Hanta.

Posisi Jokowi, menurut dia, bisa terancam dengan kemunculan ‘kuda hitam’ atau penantang baru di luar Prabowo.

(arh)