Bergelimang Harta, Pengacara Setnov Siap Diusut Ditjen Pajak
Bimo Wiwoho | CNN Indonesia
Rabu, 29 Nov 2017 19:17 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi menyatakan siap diperiksa Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan terkait kekayaan yang dimilikinya.
"Lho silakan saja. Wong kami tidak ada alasan kok. Tidak masalah," ucap Fredrich usai menjalani sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (29/11).
Fredrich mengaku menyukai hidup bermewah-mewahan. Dia mengatakan, kerap menghabiskan uang Rp3-5 Miliar saat bepergian ke luar negeri. Fredrich mengatakan kekayaannya tidak akan habis hingga 10 turunan.
Fredrich mengaku tidak sungkan membeli tas mewah bermerk Hermes yang harganya mencapai miliaran rupiah.
Pengakuan tersebut diutarakan Fredrich saat berbincang dengan Najwa Shihan dan aktivis Indonesia Corruption Watch, Donal Fariz. Perbincangan mereka itu diunggah di akun YouTube milik Najwa Shihab.
"Nothing kok. Kami tidak ada hubungannya," ucap Fredrich.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, maraknya masyarakat yang doyan pamer kekayaan memudahkan Ditjen Pajak dlam melakukan pemeriksaan.
Menurut Sri, hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengungkapan secara sukarela.
"Jadi saya senang sebenarnya, makin banyak orang menceritakan bahwa dia kaya, beli mobil, beli segala macam, itu bagus. Karena dia sebetulnya melakukan voluntary disclosure, kami tinggal melakukan (pemeriksaan) saja," ujar Sri Mulyani.
(ugo/gil)
Add
as a preferred
source on Google
"Lho silakan saja. Wong kami tidak ada alasan kok. Tidak masalah," ucap Fredrich usai menjalani sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (29/11).
Fredrich mengaku menyukai hidup bermewah-mewahan. Dia mengatakan, kerap menghabiskan uang Rp3-5 Miliar saat bepergian ke luar negeri. Fredrich mengatakan kekayaannya tidak akan habis hingga 10 turunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nothing kok. Kami tidak ada hubungannya," ucap Fredrich.
Lihat juga:Menakar Kasus Setnov dengan Ilmu Komunikasi |
"Jadi saya senang sebenarnya, makin banyak orang menceritakan bahwa dia kaya, beli mobil, beli segala macam, itu bagus. Karena dia sebetulnya melakukan voluntary disclosure, kami tinggal melakukan (pemeriksaan) saja," ujar Sri Mulyani.
as a preferred source on Google