Mensos memastikan seluruh ahli waris korban memperoleh santunan kematian. Baik korban meninggal yang telah ditemukan maupun yang masih berstatus hilang.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan dari Allah. Mari bersama-sama kita doakan saudara-saudara kita yang meninggal, semoga amal ibadah para korban diterima oleh Allah dan segala kekhilafannya diampuni Allah," tutur Mensos saat penyerahan santunan kematian di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Sosial juga memberikan bantuan logistik usai banjir bandang dan tanah longsor senilai Rp132,6 juta. Bantuan tersebut berupa lauk pauk siap saji.
Sementara untuk membantu warga dalam upaya pembersihan sisa banjir, Kemensos memberikan peralatan kebersihan lingkungan senilai lebih dari Rp1,073 miliar. Dengan demikian total bantuan Rp 1,356 miliar.
Sedikitnya, 20 orang meninggal dunia akibat terjangan bencana alam di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ke-20 korban tewas itu terdiri dari empat belas orang yang dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Pacitan, serta enam orang akibat hanyut terbawa banjir.
Mensos menambahkan, hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terus terjadi di tengah perubahan cuaca ekstrem saat ini. Oleh karena itu, Ia menghimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan.
"Mari jadikan musibah ini sebagai peringatan dini bagi kita semua untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana," ujarnya.
Lihat juga:Mengenal Siklon Tropis Dahlia |