Bangun Bioskop Rakyat, Pasar Jaya Patok Harga Tiket Rp20 Ribu

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 23:38 WIB
Bangun Bioskop Rakyat, Pasar Jaya Patok Harga Tiket Rp20 Ribu Pemprov DKI Jakarta menargetkan gedung bioskop untuk rakyat sudah bisa dibangun pada 2018 mendatang. (CNN Indonesia / Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PD Pasar Jaya tengah mematangkan konsep bioskop rakyat yang akan dibangun di berbagai pasar di Jakarta. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, rencana tersebut bertujuan untuk mengubah stigma bioskop rakyat yang kerap dipandang negatif.

"Negatif artinya kumuh. Kemudian banyak hal yang akan kita perbaiki branding-nya dan Pasar Jayanya," kata Arief di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/12), usai rapat bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno dan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Marcella Zalianty, serta beberapa bintang film lainnya.

Ada delapan titik pasar yang rencananya akan dibangun bioskop rakyat, namun Arief baru bisa menyebutkan dua titik potensial yaitu Pasar Baru dan Pasar Telukgong, Jakarta Utara.


Nantinya, bioskop rakyat akan beroperasi sebagaimana bioskop pada umumnya. Pemutaran film dilakukan tiap hari dengan jam yang terjadwal.

Hanya saja, pilihan film yang ditayangkan agak sedikit berbeda. Arief mengatakan, film yang diputar tidak melulu film box office, melainkan film nasional dengan berbagai genre mulai dari hiburan, drama, hingga dokumenter.

"Justru kita akan usahakan film-film Indonesia," kata Arief.

Bioskop rakyat diharapkan bisa beroperasi mulai tahun 2018.

Dalam bayangan Arief, satu pasar mampu berisi tiga sampai empat studio dengan masing-masing kapasitas 50 orang.

"Sebenarnya kami sudah dari setahun lalu mengundang investor, perusahaan yang berminat dan bergerak mengisi tempat kosong kami," kata Arief.

Ia mengatakan, PARFI diharapkan bisa membantu ide PD Pasar Jaya untuk mewujudkan bioskop rakyat tersebut mengingat PD Pasar Jaya dan PARFI kini bekerjasama sebagai operator penyelenggara pemutaran film dan manajemen operasional teater.

"Ide mikro-cinema nanti PARFI juga bisa bantu. Itulah kemudian salah satu yang menarik dan bisa menghibur masyarakat marjinal," kata Arief.

Harga tiket yang dipatok direncanakan Rp20 ribu untuk umum dan Rp15 ribu untuk pemegang KJP dan Pasukan Oranye.

Jumlah tarif yang dipatok itu agar masyarakat menengah ke bawah mampu membayarnya, termasuk pemegang kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Pasukan Oranye alias Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).

"Penerima KJP dan PPSU semua sudah bisa menikmati hiburan-hiburan yang diberikan di pasar," kata Arief. (wis)