Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Pelototi Kartel Pangan

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 12/12/2017 04:26 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Pelototi Kartel Pangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mengawasi kartel pangan jelang Natal dan Tahun Baru. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengaku akan mengawasi ketat kartel-kartel bahan pokok jelang perayaan Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.


Hal itu disampaikan Tito usai menggelar konferensi video bersama sejumlah menteri, kapolda dan jajaran pemerintah daerah di Markas Besar Polri, Senin (11/12).

Dia menyatakan, Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan mengawasi persediaan bahan pokok demi menjaga stabilitas harga dan mewujudkan kenyamanan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru, secara ketat.
Menurutnya, periode Natal dan Tahun Baru rawan penyelewengan harga bahan pokok karena tingginya permintaan.


“Saya menyampaikan pesan untuk kartel pemain bahan pokok, hati-hati kami mengawasi,” kata Tito.

Jenderal bintang empat itu mengaku, telah mendapatkan informasi tentang perkembangan stok bahan pokok dan harga di pasaran. 

Informasi itu, katanya, berasal dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolri Pelototi Kartel PanganPolri akan mengawasi distribusi kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Dia menegaskan, persediaan bahan pokok hingga akhir tahun cukup. Namun, lanjutnya, ada beberapa persoalan yang harus dibenahi, antara lain terkait distribusi beberapa komoditas pangan.

"Potensi macetnya distribusi itu ada. Tetapi kenaikan harga di pasaran karena masalah itu masih bisa ditekan," kata Tito.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mememastikan persediaan 11 komoditas strategis aman hingga saat ini. Menurutnya, hal tersebut turut menjamin kestabilan harga di pasar.


"Kami stabilkan harga tanpa impor beras, dan bawang merah, dan tanpa impor jagung, dan empat cabai segar," kata Amran.
Amran pun meminta masyarakat agar tidak khawatir tentang kenaikan harga komiditas bahan pokok di pasar. Ia pun kembali menjamin bahwa harga bahan pokok stabil.

"Stok kami cukup. Lebih dari cukup," kata dia.

Selain Menteri Pertanian, turut hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf, dan Direktur Utama Djarot Kusumayakti. (sur)