Dua Tewas Dibantai di Kapal Wira Glory, Pelaku Bunuh Diri

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 20/12/2017 16:52 WIB
Dua Tewas Dibantai di Kapal Wira Glory, Pelaku Bunuh Diri Ilustrasi. (Thinkstock/aradaphotography)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak tiga orang tewas dan satu lainnya kritis dalam peristiwa pembunuhan di atas kapal Wira Glory, milik PT. Wira Jaya Logitama Line, yang sedang berlayar di tengah laut di dekat Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara. Peristiwa terjadi pada Rabu (20/12) dini hari.

Belum diketahui apa motif pembantaian karena sang pelaku yang belum diketahui identitasnya, bunuh diri setelah membunuh korban.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, pembunuhan itu diketahui saat kapal yang berlayar dari Pelabuhan Pelindo Sibolga telah memasuki perairan Pulau Mursala yang berjarak sekira 20 mil dari pelabuhan.



Saat itu, sekitar pukul 00.30 WIB, Sertu Robert, personel kepolisian yang berada di kapal, didatangi beberapa orang yang melaporkan peristiwa pembunuhan persisnya di dek 1 bagian belakang kapal. Robert lantas mendatangi lokasi tersebut.

"Lalu, Sertu Robert berusaha untuk membujuk dan menenangkan terduga pelaku agar meletakkan pisau dan besi di tangannya namun tidak digubris," kata Rina, Rabu (20/12).

Keributan pun sempat terjadi karena terduga pelaku disebut Rina hendak menyerang Robert sebelum akhirnya terduga pelaku mengakhiri hidupnya sendiri dengan pisau yang dia miliki.

Kata Rina, pisau tersebut jatuh ke laut. Terduga pelaku meregang nyawa.

Setelah kejadian itu, kapal bermuatan 700 orang penumpang dengan Nakhoda Nok Metusala ini memutuskan kembali ke Pelabuhan Sibolga.

Robert dan para penumpang kemudian mengevakuasi para korban. Total ada tiga korban jiwa termasuk terduga pelaku dan seorang lainnya kritis akibat dibantai pelaku.

Setelah diidentifikasi polisi, pelaku diketahui bernama Demajaatulo Laia (56), seorang petani warga Desa Ilihoru Dua, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumut.

Sementara korban jiwa dua orang masing-masing bernama Anugrah (25) dan Peringatan Nduru (25).

Anugrah tercatat sebagai warga Gunung Sitoli, Nias. Dia mendapat luka tusukan pada dada kanan sebelah atas.

Korban tewas lainnya, Peringatan Nduru adalah seorang petani asal Botohili Kecamatan Lahusa, Nias Selatan yang tewas akibat luka parah pada leher sebelah kanan dan luka sobek pada jari jempol kaki kanan.

Korban yang mengalami luka berat bernama Odalige Harefa (50), warga Desa Limba Barora, Gunung Sitoli Utara. Ia kini dirawat di RS FL Tobing, Sibolga.

Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan sadis ini. Ada kabar yang menyebut pembantaian dikarenakan cekcok soal bangku di kapal. Namun, hal itu masih didalami polisi.

"Untuk motif pembunuhan masih didalami dengan pemeriksaan saksi-saksi," kata Rina. (zul)