Pemilik Diskotek MG Berada di DWP 2017 Saat Penggerebekan

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 12:26 WIB
Pemilik Diskotek MG Berada di DWP 2017 Saat Penggerebekan Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017. (Ilustrasi/CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilik Diskotek MG Club Internasional berinisial RD disebut berada di festival Djakarta Warehouse Project (DWP) 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, saat BNN menggerebek diskotek yang terletak di jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat itu.

Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta Brigadir Jenderal Johny P Latupeirissa megatakan, hingga kini RD masih dalam pengejaran petugas.

"Pemilik diskotik MG sementara masih buron, RD, kami dapat informasi dia berada di DWP saat kita gerebek tempatnya," katanya di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/12).


Saat penggerebekan di diskotek, Minggu (17/12), Johny menyatakan, personel BNN telah mengepung seluruh diskotek dan berjaga di pintu depan, belakang dan samping.

Menurutnya, RD hampir tidak mungkin bisa kabur dalam penggerebekan. Namun, Johny mendapat informasi, ada orang yang diduga RD, bersembunyi di lantai empat dan melarikan diri setelah penggerebekan selesai.

Sejumlah pegawai yang dimintai keterangan menyatakan RD tidak ada di tempat tersebut karena berkunjung ke acara musik yang diselenggarakan Ismaya Live itu.

Sampai saat ini BNNP DKI belum mengetahui apa yang dilakukan RD saat berkunjung ke DWP.

Johny mengatakan akan terus melakukan penyelidikan dan memint keterangan dari Ismaya Live.

Public and Media Relations Ismaya Live Kevin Wiryananda belum dapat berkomentar mengenai hal itu. Pesan WhatsApp yang dikirimkan CNN Indonesia.com, belum dijawab.

DWP 2017 ramai diperbincangkan lantaran sejumlah organisasi massa menilai acara itu tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan berbau maksiat. Acara yang identik dengan musik elektronik itu juga diduga menjadi lokasi peredaran narkotika.

Johny enggan berkomentar tentang dugaan keterkaitan RD dengan peredaran narkotik di DWP.

"Saya enggak bisa sampaikan ada (peredaran narkotika) apa tidak (di DWP)," kata Johny.

Pemerintah Provinsi DKI telah mencabut izin diskotek MG karena menemukan 'pabrik' sabu cair di diskotek tersebut.

Sebanyak 120 orang pengunjung yang terdiri dari 80 pria dan 40 wanita terindikasi positif menggunakan narkoba cair.

(ugo/djm)