Polisi Sita 100 kg Sabu untuk Rayakan Natal dan Tahun Baru

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 22/12/2017 05:55 WIB
Polisi Sita 100 kg Sabu untuk Rayakan Natal dan Tahun Baru Ilustrasi barang bukti narkoba jenis sabu. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menyita narkoba jenis sabu seberat 100 kilogram di Medan, Sumatera Utara, yang diduga akan dikirim ke Jakarta untuk digunakan saat perayaan natal dan malam tahun baru.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Eko Daniyanto mengatakan sabu tersebut didapat dari operasi yang dilakukan pada 12 Desember lalu.

"Saya yakini akan dibawa ke Jakarta dan tidak menutup kemungkinan untuk perayaan Natal dan tahun baru," ucap Eko usai konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (21/12).


Sebelum melaksanakan operasi, Dittipid Narkoba Polri mendapat informasi bahwa akan ada penyelundupan sabu jaringan internasional Malaysia-Belawan, Medan. Sabu diketahui dikirim melalui jalur Penang, Malaysia-Medan.

Pada Selasa (12/12) dini hari, tim Ditpid Narkoba menggerebek rumah AN. Tim menemukan sebuah karung goni yang ditanam di dalam rumah AN dalam operasi tersebut.

"Barang bukti dikemas dalam plastik teh cina warna kuning dan hijau, dilakban hitam. Kemudian dimasukkan ke dalam karung goni yang ditimbun di dalam rumah," tutur Eko.

Dittipid Narkoba Polri lalu menetapkan tiga orang tersangka dari operasi itu. Pertama, AN (30) warga Gampong Pineungan, Aceh yang bertugas sebagai kapten kapal sebagai tersangka. 

Kedua, SI (28), warga Medan Marelan Medan, yang bertugas membawa sabu dari kapal menuju rumah. Ketiga, ES (39), warga Teladan Barat, Medan sebagai pengendali peredaran sabu.

Mereka akan dikenakan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, dan penjara minimal enam tahun.

Masih ada satu orang berinisial A yang kini dalam pengejaran. Menurut penuturan Eko, A merupakan aktor intelektual dari penyelundupan sabu jaringan Malaysia.

"Masih DPO, kami bersama dengan Malaysia juga berusaha. A ini berada di Malaysia dan diduga banyak barang bukti di Penang," tutur Eko (arh)