Rakor tersebut akan digelar sebagai respons kebijakan penataan Tanah Abang. Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini telah menutup jalan Jatibaru di depan Stasiun Tanah Abang sejak 22 Desember 2017 untuk memberi ruang bagi pedagang kaki lima di kawasan tersebut.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Halim Pagarra mengatakan rakor tersebut dilakukan Jumat (12/1) pagi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halim Pagarra. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor) |
"Akan bahas permasalahan lalu lintas yang sedang jadi perhatian masyarakat, Tanah Abang," kata Pagarra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/1).
Pagarra mengatakan, ia baru saja meninjau lalu lintas Tanah Abang sebelum menerima telepon CNNIndonesia.com. Dalam pantauannya, ia masih menemukan kemacetan dan pelanggaran aturan lalu lintas di kawasan niaga tekstil terbesar se-Asia Tenggara itu.
Pagarra meyampaikan, masih menemukan kendaraan umum yang berhenti di pinggir jalan sembarangan. Lalu, masih ada PKL yang berjualan di trotoar. Selain itu, kepadatan lalu lintas pun masih terlihat.
"Terjadi perlambatan. Belum difungsikannya pos pemantauan ketertiban lalu lintas," ungkap Pagarra.
Beberapa waktu lalu, Pagarra pernah menyebut, penutupan satu jalur di Jalan Jatibaru Raya untuk pedagang kaki lima (PKL) mengakibatkan bertambahnya titik kepadatan di beberapa persimpangan kawasan Tanah Abang.
Atas dasar itu, polisi sempat meminta kebijakan penutupan Jalan Jatibaru di depan Stasiun Tanah Abang dikaji ulang. Pada kesempatan itu Pagarra bahkan meminta jalan kembali dibuka dan PKL dikembalikan ke Blok G.
Halim Pagarra. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)