Ditlantas Polda Metro Jaya akan Rakor Lalin Tanah Abang

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Selasa, 09/01/2018 07:55 WIB
Sesaat setelah memantau kondisi di Tanah Abang, Dirlantas Polda Metro Jaya menerima telepon CNNIndonesia.com dan menjelaskan rencana rakor bersama pemprov DKI. Kawasan Jalan Jatibaru di depan Stasiun Tanah Abang ditutup untuk lalu lintas umum oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menjadi lahan bagi lapak PKL. (CNN Indonesia / Ramadhan Rizky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan menggelar rapat koordinasi guna mengevaluasi pengaturan lalu lintas di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rakor tersebut akan digelar sebagai respons kebijakan penataan Tanah Abang. Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini telah menutup jalan Jatibaru di depan Stasiun Tanah Abang sejak 22 Desember 2017 untuk memberi ruang bagi pedagang kaki lima di kawasan tersebut.


Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Halim Pagarra mengatakan rakor tersebut dilakukan Jumat (12/1) pagi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.


Ditlantas Polda Metro Jaya Akan Rakor Lalin Tanah AbangHalim Pagarra. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Dalam rapat ini, Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengundang Pemprov DKI Jakarta, Satpol PP, pakar transportasi dan tata kota, Kejaksaan, serta pengusaha transportasi daring.

"Akan bahas permasalahan lalu lintas yang sedang jadi perhatian masyarakat, Tanah Abang," kata Pagarra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/1).

Selain Tanah Abang yang merupakan bahasan utama, rakor itu pun akan membahas ketertiban lalu lintas di seluruh Ibu Kota, termasuk ketertiban parkir pengendara transportasi daring yang masih sembarangan.

Pagarra mengatakan, ia baru saja meninjau lalu lintas Tanah Abang sebelum menerima telepon CNNIndonesia.com. Dalam pantauannya, ia masih menemukan kemacetan dan pelanggaran aturan lalu lintas di kawasan niaga tekstil terbesar se-Asia Tenggara itu.

Pagarra meyampaikan, masih menemukan kendaraan umum yang berhenti di pinggir jalan sembarangan. Lalu, masih ada PKL yang berjualan di trotoar. Selain itu, kepadatan lalu lintas pun masih terlihat.

"Terjadi perlambatan. Belum difungsikannya pos pemantauan ketertiban lalu lintas," ungkap Pagarra.

Beberapa waktu lalu, Pagarra pernah menyebut, penutupan satu jalur di Jalan Jatibaru Raya untuk pedagang kaki lima (PKL) mengakibatkan bertambahnya titik kepadatan di beberapa persimpangan kawasan Tanah Abang.

Atas dasar itu, polisi sempat meminta kebijakan penutupan Jalan Jatibaru di depan Stasiun Tanah Abang dikaji ulang. Pada kesempatan itu Pagarra bahkan meminta jalan kembali dibuka dan PKL dikembalikan ke Blok G.

(kid/kid)