"Pilkada ini jadi pertaruhan Pak Jokowi," kata Yandri dalam diskusi bertajuk Jawa Adalah Kunci yang dihelat Voxpol Center di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (11/1).
Menurut Yandri, apabila pasangan calon yang diusung partai Jokowi, yaitu PDIP, kalah dalam di pilkada di Jabar, Jateng, dan Jatim, maka Jokowi akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Banten sudah kalah, DKI kalah. Kalau Jateng, Jatim dan Jabar juga kalah, itu lampu kuning buat Pak Jokowi," kata Yandri.
PDIP mengusung Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan. Mereka akan berhadapan dengan pasangan yang diusung NasDem, Hanura, PPP, dan PKB, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Kemudian, kedua paslon itu juga akan melawan paslon yang didukung Golkar, yaitu Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.
Siasat serupa juga diterapkan di Jateng dan Jatim. Di Jateng, PDIP mengusung paslon Ganjar Pranowo-Taj Yasin bersama Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura. Mereka akan melawan duet yang didukung oleh PKB, PAN, PKS, dan Gerindra, yakni Sudirman Said-Ida Fauziyah.
"Jadi Pilkada di 171 daerah, khususnya gubernur, Pak Jokowi tidak lagi memperlakukan seperti Banten dan DKI. Dia mulai pasang banyak kaki, main dua kaki istilahnya. Kalau jago utama tidak menang, masih ada yang lain," kata Yandri.
(aal)