Tak Gubris Permintaan Fredrich, KPK Siapkan Langkah Lain

Feri Agus, CNN Indonesia | Jumat, 12/01/2018 23:19 WIB
Tak Gubris Permintaan Fredrich, KPK Siapkan Langkah Lain Fredrich Yunadi mangkir dari pemeriksaan KPK hari ini. Lembaga antirasuah pun menyiapkan langkah hukum lain. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menggubris surat tim kuasa hukum Fredrich Yunadi yang meminta penundaan pemeriksaan kliennya sampai ada putusan sidang kode etik di Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Setelah Fredrich mangkir pada panggilan hari ini, lembaga antirasuah tengah membicarakan langkah hukum selanjutnya untuk bekas kuasa hukum Setya Novanto tersebut.

"Jadi kami akan membicarakan lebih lanjut apa tindakan hukum yang dilakukan setelah tadi kami tunggu saudara FY sampai sore tadi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1).


Hari ini hanya dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo yang memenuhi panggilan penyidik KPK. Dia langsung ditahan usai diperiksa sebagai tersangka merintagi penyidikan kasus e-KTP.

Menurut Febri, pihaknya tetap menghormati pemeriksaan kode etik yang tengah dilakukan Peradi terhadap Fredrich, maupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terhadap Bimanesh.
Pemeriksaan etik yang dilakukan kedua organisasi tersebut, kata Febri, tak boleh menghambat proses hukum di KPK.

"Kami hargai proses pemriksaan etik yang berjalan di sana, namun proses hukum tetap akan berjalan," tuturnya.

Febri menambahkan, pihaknya memang menerima surat yang dilayangkan tim kuasa hukum Fredrich. KPK telah membalas surat tersebut dan menyampaikan proses hukum terhadap Fredrich maupun Bimanesh dalam kasus dugaan merintangi penyidikan akan tetap berjalan.
"Kemaren ada surat yang kita terima dan kami sudah sampaikan juga proses etik. Silahkan saja berjalan, proses (hukum di KPK) tetap berjalan," kata Febri.

(aal)