Ditangkap KPK, Fredrich Yunadi Pilih Bungkam

Feri Agus , CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 00:40 WIB
Ditangkap KPK, Fredrich Yunadi Pilih Bungkam Fredrich Yunadi digelandang ke Gedung KPK setelah ditangkap karena mangkir dari pemeriksaan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP. (CNN Indonesia/Feri Agus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengacara Fredrich Yunadi ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sebuah lokasi di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (12/1) malam. Fredrich pun langsung dibawa ke gedung KPK.

Pantauan CNNIndonesia.com, Fredrich tiba di markas antirasuah sekitar 00.10 WIB, Sabtu (13/1). Fredrich dijemput oleh sejumlah tim penyidik KPK, yang dipimpin langsung oleh penyidik senior Ambarita Damanik.

Pengacara pemilik kantor hukum Yunadi & Associates itu langsung diapit penyidik dan petugas KPK seketika turun dari mobil. Fredrich yang mengenakan kaos hitam dengan menenteng kertas langsung berjalan menuju lobi gedung KPK.

Fredrich tak menjawab satu pun pertanyaan awak media dan memilih terus berjalan. Bekas kuasa hukum Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP itu tak acuh dengan rentetan pertanyaan wartawan.
"Tidak ada komentar," kata Fredrich singkat.

Fredrich diketahui tak memenuhi panggilan penyidik KPK kemarin. ia meminta penundaan pemeriksaan lantaran proses pemeriksaan etik dirinya akan dilakukan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Fredrich dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setnov.
Mereka diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Selain itu Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan.

(aal)