Garda 212, Wadah Baru Alumni 212 Terjun ke Politik Praktis

Bimo Wiwoho & Tiara Sutari, CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 17:40 WIB
Garda 212, Wadah Baru Alumni 212 Terjun ke Politik Praktis Garda 212 dipimpin Ansufri Idrus Sambo (tengah) yang diketahui pernah menjabat sebagai ketua Presidium Alumni 212. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alumni Aksi Bela Islam 212 membentuk wadah baru untuk menghadapi pemilihan legislatif (pileg) dan pilpres 2019. Garda 212 adalah nama yang dipakai untuk memfasilitasi alumni 212 yang ingin terjun ke politik praktis.

Garda 212 dipimpin Ansufri Idrus Sambo. Dia pernah menjabat sebagai ketua Presidium Alumni 212.

"Garda 212 ini menjadi fasilitator untuk memfasilitasi alumni 212 atau anggota 212 yang ingin ikut terjun dalam politik praktis dalam pileg 2019 nanti," kata Sambo di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).


Sambo menyatakan, pihaknya akan berperan aktif menyeleksi para alumni yang siap menjadi caleg. Nama-nama alumni yang sudah diseleksi akan diserahkan kepada sejumlah parpol. Sambo mengklaim, pihaknya bisa merekomendasikan para caleg ke pimpinan Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PBB.

"Kami bentuk Garda 212, siapa saja alumni yang ingin berpolitik nanti kami sampaikan ke partai-partai," ujarnya.

Dia menyebutkan syarat bagi simpatisan dan alumni 212 yang ingin menjadi caleg, yaitu memiliki kapasitas, berintegritas, dan mempunyai elektabilitas yang baik.

Sambo mengatakan, demi menjaga keutuhan umat dan tidak ada perpecahan sesama alumni 212, pihaknya hanya akan mengusung satu alumni sebagai caleg di setiap daerah.

“Kalau ada yang dua (calon), kami akan suruh mereka rembug. Lagi pula ini kan untuk umat. Pasti ada yang mau ngalah, tidak bisa tidak,” katanya.


Saat dihubungi terpisah, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif menegaskan, Garda 212 yang dibentuk Sambo tidak berkaitan dengan struktur yang dipimpinnya.

"Enggak ada hubungannya," kata Slamet.

Kader Front Pembela Islam (FPI) ini mengatakan, sikap resmi Presidium Alumni 212 terkait perhelatan politik nasional baik 2018 maupun 2019 akan ditentukan dalam musyawarah ulama dan pengurus PA 212 pada Mukernas akhir Januari mendatang. (pmg/kid)