Citra Politik Anies dalam Natal Bersama Pemprov DKI

RZR , CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 18:39 WIB
Citra Politik Anies dalam Natal Bersama Pemprov DKI Ketua Panitia Natal Bersama Pemprov DKI Jakarta mengatakan ini adalah untuk kali pertama kegiatan peringatan hari raya agama itu digelar bersama untuk umum.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Perayaan Natal Bersama di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1). Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno dinilai sedang mencari dukungan politik dari masyarakat Kristiani.

Agenda ini untuk pertama kalinya dibuka untuk umum. Tahun sebelumnya perayaan hanya digelar terbatas untuk pegawai Pemprov, BUMD, dan DPRD DKI saja.

Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai ada beberapa alasan politis di balik upaya Anies-Sandi mengadakan acara natal bersama itu.


Wasis menyebut acara Natal Bersama hanya ‘istilah manis’ di balik kedok politik Anies-Sandi untuk mobilisasi dukungan masyarakat Kristiani. Menurutnya, acara ini rawan disalahgunakan sebagai agenda mobilisasi politis guna mendukung pemerintahannya.

"Cuma istilah manis saja itu, istilah itu hanya menarik minat umat kristiani untuk hadir, padahal esensinya adalah bukan acara natalnya, tapi mengumpulkan massanya itu lho. Mobilisasi dukungan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Alasan kedua, acara ini dimaksudkan sebagai panggung Anies-Sandi untuk memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa mereka bukan sebagai pemimpin yang eksklusif. Mereka berupaya memperlihatkan ada pula dukungan dari masyarakat Kristiani saat mereka menjabat.


Berkaca pada pilkada DKI Jakarta 2017 yang sarat dengan isu SARA, Wasis menilai, sebagian umat Kristiani ada yang merasa tersakiti atas penggunaan isu tersebut.

"Esensinya (melalui acara Natal bersama Pemprov DKI), Dia ingin memastikan bahwa ada massa pendukung di belakangnya dari kalangan kristiani, itu saja," ujarnya.

"Satu sisi posisi gubernur ini kalau misalnya beliau tidak mengafirmasi kelompok yang dulu mereka anggap sebagai lawan, habis dia,” tambahnya.

Mobilisasi massa Kristiani nantinya bisa digunakan sebagai modal politik jangka panjang bagi Anies-Sandi untuk menaikan daya tawar politik keduanya. Daya tawar ini bisa digunakan ketika mereka berhadapan dengan DPRD DKI Jakarta untuk memuluskan kebijakan maupun ketika berhadapan dengan lawan politik yang dianggap mengganggu kebijakan Pemprov DKI.

"Dengan silaturahmi seperti ini tuh bisa menunjukan daya tawar mereka di depan petinggi partai di DPRD DKI Jakarta maupun lawan-lawan politiknya," kata Wasisto.

Natal Bersama Anies-Sandi, Cari Dukungan Politik KristianiPersiapan Natal di Gereja Katredal, Jakarta Pusat, 2017. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Mengurangi Ketegangan


Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun menilai lewat acara Natal bersama, Anies-Sandi tengah berusaha mengurangi ketegangan antarkelompok terkait isu SARA yang pernah terjadi saat pilgub Jakarta tahun lalu.

“Ya mungkin itu bagian dari proses Anies-Sandi untuk mengurangi ketegangan antar kelompok, karena pada pilkada tahun lalu yang panas persaingannya,” ujar Ubedillah kepada CNNIndonesia, Jumat (12/1).

Berdasarkan riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang pilkada Jakarta 2017 menunjukkan peningkatan intensitas kampanye berbasis politik identitas, khususnya agama.


Kapitalisasi isu agama pada pilkada Jakarta terlihat dari masifnya pengerahan massa selama kampanye dan ujaran kebencian yang menyitir ajaran agama.

“Saya kira melihatnya dalam konteks kepala daerah, tentu Anies dan Sandiaga harus mengayomi semua golongan semua kepentingan jangan diskriminatif,” ujarnya.

Selain itu, kata Ubedillah, momentum Natal bersama Pemprov DKI juga menjadi arena Anies-Sandi memperkuat posisi dan citra sebagai gubernur yang mengayomi semua golongan dan kepentingan.

Sebagai kepala daerah, Ubedillah mafhum bahwa Anies-Sandi berusaha semaksimal mungkin menjaga harmonisasi masyarakat di daerahnya agar tak terjadi gejolak kembali seperti pilkada tahun lalu.

“Saya kira itu hal yang wajar dilakukan Anies-Sandi untuk menunjukkan pada publik bahwa gubernur harus melayani semua kelompok agama, saya kira itu,” tambahnya.


Kemarin Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang menjadi Ketua Panitia Natal Bersama DKI, Gamal Sinaurat menerangkan acara ini digelar di Jiexpo mulai pukul 17.00 WIB. Ia mengatakan kegiatan itu akan diawali oleh kebaktian, dan rencananya Gubernur Anies Baswedan akan datang dalam kegiatan Natal Bersama Pemprov DKI ini.

Gamal mengatakan ini baru pertama kali natal bersama digelar terbuka untuk umum, karena sebelumnya hanya untuk kalangan terbatas. 

Sebelumnya, kata Gamal, perayaan Natal Pemprov DKI hanya mengundang pegawai Pemprov, BUMD, dan DPRD DKI. Namun, tahun ini perayaan Natal bersama terasa istimewa karena untuk pertama kalinya, perayaan Natal dibuka untuk umum.

"Perayaan besok ini merupakan perayaan pertama kali dilakukan di DKI," kata Gamal di Balai Kota, Jumat (12/1).

Kata Gamal, perayaan Natal tahun ini tidak menggunakan anggaran dari APBD DKI 2018, tapi menggunakan sarana prasarana dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, sesuai dengan aturan.

Contohnya, Dinas Perindustrian dan Energi DKI akan menyediakan genset untuk daya listrik acara, sedangkan Dinas Perhubungan DKI akan menyediakan kebutuhan transportasi. (pmg/kid)