ICW Ragukan Komitmen Polisi Ungkap Kasus Novel Baswedan

Patricia Diah Ayu Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 17:21 WIB
ICW Ragukan Komitmen Polisi Ungkap Kasus Novel Baswedan ICW meragukan komitmen polisi mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan komitmen kepolisian dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

ICW berpendapat, polisi kerap berdalih bukti berupa rekaman CCTV dan keterangan saksi masih belum cukup untuk ditindaklanjuti dalam penelusuran lebih jauh.

Padahal, ICW mencatat kepolisian telah berhasil mengungkap sejumlah perkara berdasarkan hasil rekaman CCTV, antara lain kasus penyekapan dan perampokan yang berujung kematian di Pulomas, penyerangan pakar telematika ITB Hermansyah di Tol Jagorawi, serta pembunuhan di Kampung Rambutan.


Dari ketiga kasus tersebut, polisi berhasil mengungkap pelaku hanya dalam tempo satu sampai tiga hari saja.

Hal itu tak berlaku dalam upaya pengusutan kasus Novel Baswedan yang kasusnya telah bergulir sembilan bulan silam.

"Lamanya penanganan perkara Novel Baswedan ini menunjukkan bahwa Polri tidak punya niat baik untuk menuntaskan perkara tersebut," kata peneliti ICW Lalola Easter melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (14/1).


Menurut ICW, pencapaian polisi dalam kasus Novel sebatas pada dirilisnya sketsa wajah terduga penyerang/ penyiram air keras pada November 2017 serta membuat hotline bagi masyarakat yang memperoleh informasi tentang terduga pelaku.

ICW mendesak Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan terhadap kasus Novel.

ICW juga mendesak Jokowi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang bersifat independen untuk mempercepat pengungkapan penyerangan Novel Baswedan.


Insiden penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi pada 11 April tahun lalu. Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai salat subuh di masjid dekat rumahnya di Jakarta Utara.

Akibat siraman air keras itu, Novel mengalami luka parah pada kedua matanya. Hingga kini, Novel masih menjalani perawatan di Singapura.

Meski telah memeriksa sejumlah orang yang dicurigai sebagai pelaku teror, polisi hingga kini tak kunjung berhasil mengungkap pelaku dan dalang di baliknya.

(gil)