Anies Luncurkan Program CAP 16 Kampung Jakarta

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 20:06 WIB
Anies Luncurkan Program CAP 16 Kampung Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan persiapan penataan 16 Kampung yang masuk dalam program Community Action Plan (CAP). Program tersebut merupakan wacana aksi dari Pemprov DKI yang melibatkan lembaga swadaya masyarakat dan kelompok kerja untuk menciptakan kampung berkualitas yang lestari dan sejahtera.

Peresmian program CAP 16 Kampung itu digelar di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/1). Kedatangan Anies disambut warga Kampung Aquarium dan Kampung Kunir Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kedua kampung tersebut telah mengalami penggusuran di era pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

"Tidak terasa perjumpaan kita 4 April 2017, komitmen kita bergulir, berjalan sampai hari ini semuanya sesuai rencana. Saya ingin sampaikan bahwa kami komit untuk bisa menuntaskan, kita sedang mengubah Jakarta," ujar Anies.


Peresmian CAP 16 Kampung tersebut merupakan salah satu janji Anies-Sandiaga Uno saat masa kampanye pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Anies-Sandi dalam kampanyenya menjanjikan peningkatan kualitas penataan kasawan kampung-kampung di Jakarta.

CAP merupakan program yang berada di bawah Dinas Permukiman Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). 16 kampung yang menjadi sasaran CAP antara lain kampung Akuarium, Lodan, Muka, Marlina, Gedung Pompa, Elektro, Kunir Pinangsia, Nelayan Kerang Ijo, Rawa Barat, Rawa Timur, tongkol, Krapu, Tembok Bolong dan Baru Tembok.

Anies mengatakan, peningkatan kualitas permukiman merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia mengklaim telah memberitahukan mandat tersebut ke seluruh jajarannya Pemprov DKI.

"Tidak ada yang datang ke Jakarta untuk terus miskin. Kalau mereka sejahtera, mereka bisa lebih maju atas usahanya sendiri tetapi bagi mereka yang selama ini miskin, tanggung jawab ada pada kami dan karena itu kami ingin menunaikan tanggung jawab itu sebaik-baiknya," tuturnya.


Koordinator Jaringan Rakyat Miskin Kota Eni Rochayati mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. "Program penataan kawasan dan jaminan tempat tinggal sudah berlangsung oleh karena itu kami mengusulkan kepada gubernur untuk CAP, Alhamdulillah sudah diakomodir melalui anggaran APBD 2018," ujarnya.

Eni menyebut kemajuan yang sudah dilaksanakan antara lain pembangunan shelter di Kampung Akuarium serta pembentukan RT dan RW di sejumlah kampung yang sebelumnya tidak memiliki kepengurusan.

(gil)