Co-Founder OK OCE Klaim Programnya Tak Sekedar Cuap-cuap

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Sabtu, 13/01/2018 22:24 WIB
Co-Founder OK OCE Klaim Programnya Tak Sekedar Cuap-cuap OK OCE adalah program prioritas pemerintah provinsi DKI Jakarta yang menjadi kampanye Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Co-Founder OK OCE (One Kecamatan, One Centre of Entrepreneurship), Anthony Leong angkat bicara terkait tudingan pelatihan pemberdayaan ekonomi yang jadi program prioritas pemerintahan Gubernur Anies Baswedan-Wakil Gubernur Sandiaga Uno sebagai pelatihan cuap-cuap.

"OK OCE ini memang punya target awal memberikan motivasi usaha terlebih dahulu kepada masyarakat untuk berwirausaha, jadi yang penting masyarakat punya semangat dulu selanjutnya ke tahap praktik, pendampingan dan lainnya," kata Anthony dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (13/1).

Untuk memperkuat kinerja program tersebut, Anthony memaparkan contoh OK OCE Stock Center.


“Salah satunya OK OCE Stock Center kita sudah masuk kepada tahapan praktik, mulai dari praktik keterampilan analisa sampai perdagangan saham," ujar pria yang juga Fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

"Tapi praktik ini tentu harus diiringi dengan teori terlebih dahulu. Banyak member yang ekonominya melonjak karena OK OCE. Ini kita sudah lakukan distribution of wealth and income,” katanya melanjutkan.

Anthony menuturkan program OK OCE sudah berjalan bahkan sejak Anies-Sandi masih kampanye di ajang Pilkada DKI 2017. Adapun jumlah peserta yang telah mendapatkan pelatihan, klaim Anthony, secara keseluruhan telah mencapai 30 ribu orang.

“OK OCE ini kan sudah lama, sudah dari masa kampanye kita kemarin sampai sekarang. Antusias masyarakat juga cukup besar," kata dia.

Anthony juga mengklaim ada korelasi antara OK OCE dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sehingga mampu melampaui pencapaian target penerimaan pajak dan retribusi daerah untuk tahun anggaran 2017.

Ia menyatakan hal itu berdasarkan data Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). Kata Anthony, BPRD mematok penerimaan pada tahun 2017 sebesar Rp35,36 triliun namun justru tercapai Rp36,1 triliun.

Menurut dia, hal tersebut berarti capaian Pemprov DKI yang dipimpin Anies-Sandi sejak 16 Oktober 2017 itu telah melampaui target.

"Sudah jelas ini, OK OCE membangkitkan optimisme masyarakat," kata Anthony.

CO-Founder OK OCE Klaim Bukan Sekedar Pelatihan Cuap-cuapSandiaga Uno dan Co-founder OK OCE Anthony Leong di Pelatihan OK OCE beberapa waktu lalu di Jakarta. (dok. Istimewa)
Program OK OCE Anies-Sandi mendapat sorotan dalam beberapa hari terakhir setelah anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim, mempertanyakan efektivitas program tersebut.

Nur Afni mengaku menghadiri pelatihan program kewirausahaan dari Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) DKI itu di semua kecamatan di wilayah administrasi Jakarta Barat, kecuali Kecamatan Tamansari saat masa reses beberapa waktu lalu.

Dari hasil pengamatannya, Afni kecewa karena pelatihan yang diterima warga hanya berbentuk paparan lisan, bukan pelatihan teknis berwirausaha.

"Latihannya itu, Bank DKI cuma memaparkan, 'Ini lho, saya punya pinjaman Rp5 juta sampai Rp 50 juta dengan jaminan sertifikat rumah dengan bunga 13 persen'. Itu sama saja bohong," kata Afni dalam pertemuan Komisi B DPRD DKI dengan Kepala Dinas UMKM DKI Irwandi dan jajarannya, Selasa (9/1). (kid)