Warga Temukan Bendera ISIS di Masjid Mojokerto

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 05:00 WIB
Warga Temukan Bendera ISIS di Masjid Mojokerto Ilustrasi. (Laudy Gracivia)
Mojokerto, CNN Indonesia -- Warga Dusun Kedungpen, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan bendera kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS pada Minggu (14/01).

"Bendera berukuran 96x76 sentimeter tersebut ditemukan terbungkus kantong kresek warna hitam di samping pintu masuk masjid Al Hidayah," tutur Kapolsek Gondang AKP Slamet Riyadi.

Tak hanya bendera, dalam kantong tersebut juga ditemukan dua buah ikat kepala berukuran 89x6 sentimeter berlafal sama persis dengan bendera ISIS tersebut.

Slamet menuturkan, bendera dan ikat kepala ISIS itu pertama kali ditemukan Makhsun sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, Makhsun datang ke masjid untuk mengontrol pekerja bangunan yang bertugas memperbaiki bagian Masjid.

"Yang bersangkutan melihat bagian kain hitam keluar dari kantong plastik. Diperiksa, ternyata bendera ISIS, sekarang sudah kita amankan," ucapnya.

Slamet yang pernah menjabat Kapolsek Jatirejo ini menjelaskan, dari pemeriksaan sejumlah saksi, bungkusan kantong plastik itu diduga sudah berada di masjid selama satu minggu.

Ada kecurigaan bahwa bendera ISIS itu milik segerombol orang yang pada minggu malam (7/01) pekan lalu, menginap di Masjid Al Hidayah.

"Seminggu lalu ada enam orang yang menginap di sana, mereka mengendarai tiga unit sepeda motor dari Malang hendak pulang ke Lamongan," ujarnya.

Sejauh ini, ada tiga orang yang dimintai keterangan di Polsek Gondang. Mereka adalah Makhsun selaku orang yang menemukan bendera itu pertama kali, Syaiful selaku takmir Masjid Al Hidayah serta Yusuf sang Imam Masjid.

"Saat enam orang itu hendak menginap di masjid, mereka meminta izin takmir masjid, kemudian usai salat Subuh, saudara Yusuf juga sempat mengobrol dengan mereka," kata Slamet.

Polisi masih menyelidiki pemilik bandera dan ikat kepala dari organisasi terlarang itu. Slamet juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Sat intelkam Polres Mojokerto untuk menyelidikinya. (dik/wis)