OJK: BEI Biasa Menerima Kunjungan Mahasiswa Jumlah Besar

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 20:46 WIB
OJK: BEI Biasa Menerima Kunjungan Mahasiswa Jumlah Besar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, OJK, Hoesen mengaku, BEI sudah biasa menerima kunjungan mahasiswa atau pelajar dalam jumlah banyak. (ANTARA FOTO/Elo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menuturkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah biasa menerima kunjungan mahasiswa atau pelajar dalam jumlah banyak.

Hal itu disampaikan menyikapi robohnya selasar di Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) siang tadi.

“Kunjungan itu rutin. Iya (biasa menerima jumlah banyak),” ujar Hoesen di depan Gedung BEI, Senin (15/1).


Sempat beredar kabar selasar runtuh akibat keberatan beban. Berdasarkan video yang beredar, sekitar 50 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bina Darma Palembang berada di selasar sebelumn runtuh.

Ia mengatakan, beberapa langkah pencegahan musibah itu berulang kembali sudah dilakukan seperti koordinasi penjagaan oleh tim kepolisian, manajemen gedung, dan ahli konstruksi.

“Di area yang punya potensi seperti itu akan dibuat scaffolding untuk menahan dan beberapa itu di daerah yang ditutup,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan, di sekitar selasar masih ditutup dengan garis polisi atau police line. Sementara itu, Tower 1 Gedung BEI sudah dipastikan bisa digunakan besok.

Hoesen menyatakan, belum mengetahui penyebab musibah. Menurutnya, hal itu diketahui usai penyelidikan lanjut Puslabfor dan ahli konstruksi.

Sebanyak 58 mahasiwa Fakultas Ekonomi Universitas Bina Darma (UBD) Palembang berada di selasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum mezanin ambruk. Keberadaan mereka di lokasi itu karena diarahkan oleh petugas keamanan gedung.

Dosen Fakultas Ekonomi UBD Palembang Rabin Ibnu Zainal mengungkapkan, ada 93 mahasiswanya yang melaksanakan kunjungan lapangan atau field trip di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 58 orang di antaranya sedang berada di selasar yang runtuh.

"Sebanyak 35 orang mahasiswa (lainnya) belum masuk ke gedung BEI. Mereka masih berada di dalam bus pariwisata," ujar Rabin saat menggelar konferensi pers di gedung UBD Palembang, Senin (15/1)

Menurut Rabin, rombongan dari Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi Semester V Universitas Bina Darma (UBD) Palembang itu juga ditemani oleh empat orang dosen pendamping. Rencananya, kunjungan ini berlangsung selama 10 hari.

(djm)