Selasar BEI yang Roboh Jarang Dilewati Pengunjung

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 16:23 WIB
Selasar BEI yang Roboh Jarang Dilewati Pengunjung Selasar gedung BEI, Jakarta, yang roboh, Senin (15/1). Selasar ini disebut jarang dilalui pengunjung. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selasar Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut jarang dilintasi dan tidak memiliki jalur turun.

Gunawan Budi, karyawan salah satu restoran di Lantai 1 Tower II BEI, mengungkapkan, sejak ia bekerja di kawasan itu pada 2001 selasar yang runtuh tersebut memang terbilang tidak banyak dilalui. Terlebih, tidak terdapat jalur untuk turun dari selasar tersebut.

"Itu kan jalur sepi sebenarnya, tidak pernah dilewati orang banyak," tutur dia, saat ditemui di Halte BEI, Jakarta, Selasa (16/1).


Gunawan, yang telah melihat rekaman CCTV kejadian tersebut, pun merasa heran dengan keberadaan puluhan orang di selasar itu.

Restoran tempat Gunawan bekerja berada di samping kantor BRI atau di belakang selasar yang runtuh.

Saat kejadian itu, ia sedang bekerja seperti biasa. Sebanyak 12 orang sedang menikmati sajian di restorannya.

Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh di gedung tersebut. Gunawan menduga suara itu merupakan suara alat untuk tim pembersih kaca gedung yang jatuh. Namun dia heran karena suara tersebut tidak juga berhenti.

"Ternyata selasar roboh," imbuhnya.

Beruntung, pengunjung yang sedang berada di restoran itu tak banyak. "Kalau sedang ramai pasti panik juga," lanjutnya.

Pihak restoran pun memilih untuk membobol tembok dapur yang dapat menyambungkan ke pintu keluar. Gunawan mengaku, berhasil mengevakuasi sebanyak 12 orang pekerja dari BRI.

"Ada 12 orang yang kami evakuasi dari BRI, hanya 12 karena kalau kebanyakan takutnya roboh lagi," ujar dia.

Gunawan mengaku, kedatangannya hari ini hanya untuk mengecek kembali dokumen, uang kasir, serta kondisi listrik di restoran itu. Pengecekan itu dilakukan hanya 15 menit dengan ditemani petugas kepolisian.

Selain itu, dia juga ingin memastikan kapan dapat kembali bekerja usai kejadian yang memakan 77 korban itu.

"Tadi ingin mengamankan juga uang di mesin kasir dan keadaan listrik serta gas buat keperluan restoran. Kami juga ingin kepastian sampai kapan akan diliburkan," kata dia.

Dari peristiwa itu, Gunawan mengklaim, pihaknya mengalami kerugian kurang lebih Rp1 juta karena konsumen belum sempat membayar makanan yang sudah dipesan.

[Gambas:Video CNN] (arh/djm)