Pemda Diminta Koordinasi Atasi Wabah Campak di Asmat

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 23:50 WIB
Pemda Diminta Koordinasi Atasi Wabah Campak di Asmat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi wabah campak dan gizi buruk. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah meminta pemerintah daerah Kabupaten Asmat saling berkoordinasi menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk yang terjadi di wilayah Papua itu.

Tjahjo menyadari kondisi geografis Papua yang sulit terjangkau membuat pemda setempat kesulitan menangani wabah tersebut.

"Secara prinsip kami minta kepala daerah berkoordinasi dengan aparat tingkat terbawah sampai kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, desa," ujar Tjahjo saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (17/1).


Koordinasi dari pemda diyakini Tjahjo mampu mendeteksi lebih awal kondisi masyarakat yang tinggal di daerah rawan penyakit maupun bencana.

"Sebagaimana arahan pak presiden untuk jemput bola, jadi langsung cepat turun," katanya.
Pihaknya juga telah menerjunkan sejumlah tim untuk membantu penanganan wabah penyakit di Kabupaten Asmat bersama Kementerian Kesehatan.

"Tim kami kemarin itu Kemenkes ke sana," imbuhnya.

Wabah campak dan gizi buruk yang melanda Kabupaten Asmat sebelumnya menyebabkan banyak anak meninggal dunia dan lainnya dirawat di rumah sakit.

Kemenkes telah bekerja sama dengan TNI dan Polda Papua menerjunkan timnya untuk mengatasi wabah tersebut.

"Kami dari Kementerian Kesehatan mengirimkan 39 tenaga kesehatan untuk melakukan pengobatan, dan imunisasi serta mengatasi KLB gizi buruk dan campak," jelas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, Selasa (16/1).

Tenaga kesehatan yang dikirimkan oleh kemenkes terdiri dari 11 orang dokter spesialis, empat orang dokter umum, tiga perawat, dua penata anestesi, dan 19 tenaga kesehatan yang terdiri dari ahli gizi, kesehatan lingkungan.

Dokter spesialis yang dikirimkan terdiri dari dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis kulit kelamin, anastesi, dan gizi klinik.
(ugo)