Polisi di Semarang Tergeletak di Jalan dengan Luka Tusuk

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Sabtu, 20/01/2018 12:55 WIB
Polisi di Semarang Tergeletak di Jalan dengan Luka Tusuk Ilustrasi pembunuhan. Anggota Polsek Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Aiptu Samsul Huda, ditemukan tewas di pinggir jalan dengan luka tusuk. (Foto: Thinkstock/aradaphotography)
Semarang, CNN Indonesia -- Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Aiptu Samsul Huda (49), ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk, di Jalan Raya Arteri Yos Sudarso, Semarang, Sabtu (20/1) dini hari.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi telungkup dan berseragam lengkap serta masih mengenakan helm. Di dekat korban, terdapat motor Mio dengan nomor polisi K-6535-RS miliknya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun pihaknya, korban, yang merupakan warga Candi Mutiara Ngaliyan, Semarang, ini diketahui lepas dinas mulai Jumat (19/1) pukul 20.00 WIB.


"Sekitar pukul 00.15 dini hari, pengendara motor menemukan korban tergeletak di jalan. Jalan tempat korban ditemukan ini sendiri jalur lintasan korban yang setiap hari dilaluinya karena korban tinggal di daerah Mijen," terangnya, di Semarang, Sabtu (20/1).

Sempat ada dugaan awal bahwa korban tewas karena kecelakaan tunggal. Namun, dugaan berubah setelah jenazah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Karyadi, Semarang.

Petugas menemukan beberapa luka tusuk dan sabetan senjata tajam, seperti di bagian dada, perut, dan paha korban. Atas kondisi ini, kepolisian menduga kuat bahwa Samsul adalah korban pembunuhan.

"Di kamar mayat saat akan dibersihkan, baru terlihat bila ada sejumlah luka senjata tajam di tubuh korban. Ada sayatan dan tusukan, yakni di dada, punggung, dan paha. Ada jari di kiri yang nyaris putus. Dari sini akhirnya kita lakukan otopsi dan penyelidikan mendalam", papar Abiyoso usai melihat mayat korban di Rumah Sakit Karyadi Semarang.

Jajaran Polrestabes Semarang langsung bergerak dengan menerjunkan tim Inafis (Indonesia Automatic Finger System) untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain itu, kepolisian juga sudah meminta keterangan beberapa saksi untuk mengidentifikasi pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang. (arh)