"SK itu cacat. Tidak sah, kami sudah konfirmasi ke Kemenkumham," ujar Sudewo di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (8/1).
Dalam surat dewan kehormatan Hanura yang dilampirkan kubu OSO itu, kata Sudewo, menyatakan bahwa tidak ada konflik di internal partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku tak khawatir dengan proses verifikasi parpol KPU yang akan segera dimulai pada 28 Januari mendatang. Sesuai syarat KPU, seluruh parpol yang akan mendaftar sebagai calon peserta pemilu 2019 harus memiliki SK Kemenkumham.
"Ya KPU saja sampai sekarang belum meminta (SK Kemenkumham). Jadi kita lihat dinamikanya saja nanti," ucap Sudewo.
OSO sempat memperlihatkan SK Kemenkumham yang baru terkait revitalisasi struktur kepengurusan Hanura.
"Menkumham sudah mengeluarkan SK, kami organisasi sah. Ini ada tanda tangan (Menkumham Yasonna Laoly) masih hangat, baru keluar sore," kata OSO.
Surat tentang restrukturisasi, reposisi, dan revitalisasi pengurus DPP Partai Hanura masa bakti tahun 2015-2020 itu bernomor M.HH-01.AH.11.01 tahun 2018.