FOTO: Gizi Buruk di Tanah Asmat

Antara, AFP, CNN Indonesia | Senin, 22/01/2018 19:33 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan anak di Asmat, Papua terserang gizi buruk. Sebanyak 68 orang di antaranya dikabarkan meninggal. Cermin ketimpangan di ujung timur nusantara.

Sebanyak 68 orang di Kabupaten Asmat meninggal dunia karena wabah gizi buruk. Puluhan lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan tempat darurat. (AFP/Bay Ismoyo)
Jumlah warga yang dirawat berjumlah 85 orang. Sebanyak 40 anak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats 40 anak dan 45 anak di aula gereja Protestan Indonesia. (Antara/M Agung Rajasa)
Selain gizi buruk, anak-anak di Asmat juga dilaporkan terserang campak. Mereka yang terserang berada di rentang usia delapan bulan hingga tiga tahun. (Antara/M Agung Rajasa)
Tim kesehatan sudah dikerahkan di 224 kampung yang ada di 23 distrik di Kabupaten Asmat Papua. Selain dari Provinsi Papua, bantuan juga didatangkan dari pusat. (Antara/M Agung Rajasa)
Tim kesehatan memasok tambahan gizi makanan untuk penderita gizi buruk. Tim juga membawa vaksin untuk imunisasi bagi anak-anak di Asmat yang selama ini belum diimunisasi. (Antara/M Agung Rajasa)
Selain faktor ekonomi, wabah gizi buruk dan campak juga ditengarai karena buruknya fasilitas kesehatan di Kabupaten Asmat. Di 16 puskesmas, hanya empat yang punya dokter yakni Puskesmas di Agats, Suru-suru, Pirimapun dan Basim. (Antara/M Agung Rajasa)
Keuskupan setempat menyebut banyak wilayah di Asmat tidak punya akses jalan darat. Sementara jarak antar kampung dan puskesmas jauh dan hanya bisa ditempuh menggunakan perahu. (Antara/M Agung Rajasa)
Dinas Kesehatan Papua menyatakan, cakupan imunisasi campak di Kabupaten Asmat menurun drastis dalam kurun waktu dua tahun terakhir. (Antara/M Agung Rajasa)
Pemerintah pusat mengklaim antisipasi campak dan gizi buruk sejak September tahun lalu. Namun penanganan di lapangan terkendala kondisi geografis dan koordinasi dengan Pemda. (Antara/M Agung Rajasa)
Berbagai bantuan dari mulai makanan siap konsumsi hingga bahan makanan juga langsung dikirim ke Asmat. TNI dan Polri juga mengerahkan personelnya untuk menangani kejadian ini. (Antara/M Agung Rajasa)
Sementara Presiden Joko Widodo telah meminta pemerintah daerah untuk fokus dan bekerja cepat menangani campak dan gizi buruk yang kembali melanda anak-anak suku Asmat di Papua. (Antara/M Agung Rajasa)