Mereka yang sebelumnya menggelar aksi mogok adalah sopir angkot 08 rute Tanah Abang-Kota, angkot 03 rute Bendungan Hilir-Roxy, dan mikrolet M10 rute Tanah Abang-Jembatan Lima kembali beroperasi pada Selasa (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah narik biasa lagi, Mas," ujar Salah satu supir angkot 08, Okun, saat ditemui ketika menunggu penumpang di bawah jalan layang atau flyover Jl. Jatibaru, Jakarta, Senin (23/1).
Salah satu poin yang disepakati adalah bahwa petugas Dishub tak boleh lagi melakukan tindak kekerasan dan tindak sewenang-wenang terhadap sopir angkot.
Angkot di Tanah Abang kembali beroperasi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
Meski demikian, kesepakatan belum sampai pada pembukaan kembali Jl. Jati Baru, Tanah Abang. Hal tersebut masih dikaji oleh Pemprov DKI dan para sopir diminta untuk bersabar.
"Kalau soal tuntutan kita itu (pembukaan Jl. Jati Baru), mereka bilang masih dikaji dulu, tapi poin tindakan petugas yang enggak boleh main kekerasan itu kita udah sepakat, makanya kita narik lagi," jelas Okun.
Senada, sopir angkot 08 lainnya, Ade (30), mengaku bahwa hari ini angkot telah beroperasi kembali.
"Sudah jalan lagi, enggak mogok lagi kayak kemarin," ucapnya.
"Enggak ada mogok lagi hari ini, beroperasi lagi seperti biasa. Itu lihat aja banyak yang naikin penumpang," ujarnya, di sela-sela tugasnya mengatur lalu lintas di bawah jalan layang Jl. Jatibaru Raya.
Diketahui, sejumlah pengemudi angkutan kota (angkot) melakukan aksi demontrasi di depan Gedung Balai Kota, Kantor Gubernur DKI Jakarta, Senin (22/1).
Mereka menuntut Pemprov DKI kembali membuka Jl. Jatibaru Raya, Tanah Abang, yang ditutup demi memberi ruang bagi pedagang kaki lima yang berjualan mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. (arh/gil)
Angkot di Tanah Abang kembali beroperasi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)