LSI Denny JA: Demokrat dan PKB Kejar-kejaran Berebut Posisi 4

RZR, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 19:12 WIB
Partai Demokrat masih diuntungkan pada figur Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, yang merupakan anak Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY. Partai Demokrat masih diuntungkan pada figur Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, yang merupakan anak Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- PKB dan Partai Demokrat berpotensi besar akan bersaing di 'papan tengah' saat penyelenggaraan pemilu legislatif digelar tahun depan. Mereka akan berlomba meraih posisi empat besar parpol dengan suara terbanyak.

Hal itu diungkapkan peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar dalam pemaparan hasil survei 'Lima Isu Partai Politik Terkini di Tahun Politik', di Kantor LSI Deny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/1).

"PKB dan Partai Demokrat masih bersaing di posisi nomor empat,” ujar Rully.


Hasil survei yang dilakukan pada 7-14 Januari 2018 itu menunjukan, Partai Demokrat memiliki elektabilitas sebesar 6.2 persen atau berada di posisi keempat. Sementara PKB berada di posisi kelima dengan raihan sebesar 6.0 persen dukungan.

Diketahui, hasil survei LSI Deny JA sejak Agustus 2017 menunjukan Demokrat dan PKB saling susul satu sama lain untuk memperebutkan posisi keempat.

Pada Agustus 2017 lalu, diketahui PKB mendapat elektabilitas sebesar 8,8 persen dan Demokrat sebesar 6,5 persen.

Keadaan berbalik pada Desember 2017, Demokrat menyalip dengan elektabilitas 5,8 persen dan PKB mendapat 5,5 persen.

Lalu pada survei saat ini Demokrat masih memimpin dengan mendapat 6,2 persen dan PKB mendapat 6,0 persen.

"Perbedaan elektabilitas kedua partai ini hanya dalam hitungan nol koma," ujar Rully.

Rully menilai, PKB maupun Demokrat memiliki isu maupun daya tarik masing-masing dalam menggaet pemilih.

PKB dinilai masih diuntungkan isu ke-Islam-an yang sempat menguat sejak Pilgub DKI 2017. Hal ini dikarenakan PKB memiliki basis massa dari kalangan Islam khususnya kelompok Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara, Demokrat masih diuntungkan pada daya tarik yang ada dalam figur Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, yang pernah mencalonkan diri menjadil gubernur pada Pilkada DKI 2017.

AHY merupakan anak presiden keenam sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

"Jika Partai Demokrat menemukan isu baru yang menggugah, maka peluang partai ini di atas PKB juga besar," ujar Rully.

Elektabilitas Naik Jika Jadi Cawapres

Rully mengatakan, elektabilitas Demokrat dan PKB akan terdongkrak jika berhasil mengusung figur kader dari internal partai sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang maju di Pilpres 2019.

"Manuver Muhaimin dan AHY sebagai cawapres di pemilu 2019 nanti juga akan mempengaruhi elektabilitas kedua partai," kata Rully.

Menurut Rully, faktor Jokowi yang sudah digadang-gadang menjadi calon presiden (capres) di 2019 akan diperebutkan banyak partai guna mengisi pendampingnya, tak terkecuali bagi Demokrat dan PKB.

Meski begitu, Demokrat dinilai masih berpeluang membentuk koalisi baru sebagai kompetitor koalisi Jokowi di Pilpres 2019.

"Semua partai pasti mengajukan kader terbaiknya mendampingi Jokowi, termasuk PKB dan Demokrat. Mereka sedang berlomba-lomba menjadi cawapres Jokowi," pungkas Rully. (djm)