Lahan yang dimaksud berada persis di samping Hotel Parmin, Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta. Sandi menyebut lahan itu telah lama menjadi incaran Pemprov karena memiliki luas lahan yang dibutuhkan.
"Sudah capai tahap akhir nego, nanti kalau sudah deal akan dibuat gedung semipermanen langsung," kata Sandi di kawasan Balai Kota, Jakarta, Kamis (25/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
PD Pasar Jaya selama dua pekan terakhir telah mendesain gedung sementara yang akan dihuni sedikitnya 832 pedagang dari Blok G. Gedung sementara akan dibuat dari baja ringan dan waktu pengerjaanya pun tak perlu memakan waktu lama.
Kawasan Blok G yang dibangun dan diresmikan penggunaannya pada era gubernur Joko Widodo untuk menampung pedagang kaki lima dalam penataan kawasan Tanah Abang.
Operator pembangunan light rail transit (LRT), PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat ini tengah merancang ulang pembangunan light rail transit fase II dari yang tadinya melayani rute Velodrome (Rawamangun)-Dukuh Atas, ditambah menjadi Velodrome-Tanah Abang.
Lihat juga:Jakpro Usul Tarif LRT Bisa Fleksibel |
Bulan lalu, Direktur Utama PT Jakpro Satya Heragandhi mengatakan, Blok G Pasar Tanah Abang adalah titik yang tepat untuk dijadikan stasiun moda transportasi berbasis rel tersebut.
Satya menegaskan, ide agar stasiun LRT berhenti di Tanah Abang adalah ide dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tugas untuk mendesain ulang fase II dan penghitungan ulang biaya juga merupakan instruksi dari Anies.
"Kami punya PR (pekerjaan rumah) untuk melengkapi kajian di site supaya tadinya cuma sampai Dukuh Atas, bisa sampai Tanah Abang," ujar Satya di Balai Kota DKI Jakarta, 9 Desember 2017.
Rute Velodrome-Dukuh Atas ditaksir mencapai 17 kilometer. Penambahan rute dari Dukuh Atas ke Tanah Abang membutuhkan pembangunan dua sampai tiga stasiun, dengan panjang jalan sekitar 2,6 sampai 2,8 kilometer.
[Gambas:Video CNN] (kid/gil)
Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)