"Insya Allah pada saatnya nanti, ketika sudah menghitung matematika politik dan harus diumumkan, maka sesegera mungkin kita umumkan," kata Ketua DPP Demokrat Didik Mukrianto saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (28/1).
Merujuk survei LSI Denny JA yang dilaksanakan 7-14 Januari 2018, Demokrat hanya memiliki elektabilitas sebesar 6,2 persen di Pemilu Legislatif, menurun dari Pemilu 2014 ketika Demokrat meraih suara 10,19 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti LSI, Rully Akbar mengatakan, Demokrat akan mengalami kenaikan elektabilitas apabila mengusung kader internal partai sebagai calon presiden atau wakil presiden sejak dini.
Didik pun tak memungkiri AHY memiliki elektabilitas tertinggi di antara kader-kader Demokrat yang lain.
Tingginya elektabilitas putra Susilo Bambang Yudhoyono tersebut tak lepas dari keikutsertaannya di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu sebagai calon gubernur.
Didik pun mengatakan bahwa mendukung AHY maju dalam Pilpres adalah suatu kepastian bagi seluruh kader Demokrat. Terlebih, sejauh ini AHY juga telah mencoba berbagi ide dan gagasan hasil dari pengalaman berada di tengah-tengah masyarakat kepada pengurus Demokrat.
"Alhamdulilah hasilnya cukup bagus," kata Didik.
Namun, menurut Didik, saat ini partainya masih fokus untuk melakukan kerja-kerja politik yang nyata demi kesejahteraan masyarakat. Baik oleh kader partai maupun anggota legislatif di DPR.
"Kami tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tentu realitas di lapangan yang berbasis elektabilitas menjadi hitung-hitungan kami," ucapnya.
Berdasarkan UU Pemilu, syarat minimal bagi setiap partai untuk mengajukan calon presiden adalah menguasai minimal 20 persen atau 112 kursi dari total kursi di DPR. (wis/djm)