Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, Tito tidak pernah memerintahkan perwira atau mantan perwira Polri yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah untuk berhasil atau menang.
Menurutnya, sikap Tito terhadap perwira atau mantan perwira Polri yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah hanya sebatas memberikan restu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Tito serta institusi Polri tetap netral dan tidak memihak pihak mana pun dalam menyikapi langkah perwira atau mantan perwira Polri yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah.
"Kami profsesional dalam memberikan keamanan dan pengamanan," ucap jenderal bintang dua itu.
Setyo menambahkan, dirinya juga sudah mengklarifikasi Anton secara langsung soal pernyataan tersebut. Namun, mantan Kapolda Jawa Barat itu mengaku lupa apakah pernah mengungkapkan pernyataan seperti yang ramai diberitakan sejumlah media massa.
"Nanti dilihat apakah masuk dalam ranah kode etik apa bukan. Saya sudah klarifikasi ke beliau melalui telepon, beliau menyatakan lupa pernah katakan itu apa enggak," tutur Setyo.
Sebelumnya, sejumlah media memberitakan bahwa Anton mengaku mendapat pesan dari Tito untuk memenangkan Pilkada. Pernyataan itu disampaikan Anton kepada wartawan usai mendaftarkan diri bersama Tubagus Hasanuddin ke Kantor KPUD Jawa Barat pada Rabu (10/1).
"Pesan Kapolri, calon dari Polri sekali tampil harus berhasil, sekali berjuang harus menang," ujar Anton ketika itu.