Perwakilan pengemudi Angkot, Abdul Rosyid menyebut, belum ada hasil apapun dari pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam itu.
“Belum ada keputusan, kalau soal puas tidak puas ya memang enggak ada keputusan. Cam kan yah. Belum ada keputusan,” kata Rosyid usai keduanya melakukan pertemuan tertutup di Balai Kota, Jakarta, Rabu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak pengemudi diketahui menginginkan agar jalan Jatibaru di Tanah Abang yang kini disulap sebagai tempat PKL berjualan itu kembali dibuka. Para pengemudi ini mengaku mengalami penurunan pendapatan secara gratis usai diterapkannya penutupan jalan di kawasan itu.
Kemudian, pengemudi angkot di kawasan tersebut yakni angkot-angkot seperti 05, 03, 010 merasa pendapatannya menurun, apalagi sejak TransJakarta eksplorer dioperasikan.
“Kami sampaikam semua tuntutan kami tadi, tapi ya memang belum ada keputusan,” kata Rosyid.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut keputusan terkait penataan Tanah Abang itu akan disampaikam Jumat pekan ini.
Sebab kata Andri, Sandi perlu memikirkan konsep terbaik agar para pengemudi tidak kesulitan setelah pendapatan mereka turun usai diterapkannya penataan Tanah Abang.
“Jumat keputusannya, Pak Wagub perlu berpikir. Jumat siang nanti ketemu lagi dan sudah ada finalnya. (Jalan Jatibaru) dibuka lagi enggak, belum ada bahasannya, pokoknya jumat siang keputusannya,” kata dia.
Sementara Sandi usai pertemuan dengan pengemudi angkot tak ingin berkomentar apapun. Dia langsung berlari menghindari kejaran awak media menuju ruangannya.
Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Ada 12 perwakilan pengemudi angkot yang ikut dalam pertemuan itu. Sandi ditemani Wali Kota Jakarta Pusat, Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP, dan juga ada perwakilan dari Polri. (djm)