Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal M Iqbal mengatakan, Tito sebagai sosok yang benar, jujur, dan tidak memiliki niat menyudutkan pihak manapun.
Tito akan mengambil langkah menjalin silaturahmi dengan sejumlah ormas Islam demi mengantisipasi situasi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal menuturkan, Polri saat ini tengah fokus dalam mempersiapkan pengamanan jalannya Pilkada serentak 2018. Dia tak ingin ada pihak tertentu memanfaatkan situasi ini.
Terpisah Wakapolri Komjen Syafruddin menilai, video di media sosial yang menampilkan pidato Tito menyatakan hanya dua ormas Islam berperan dalam berdirinya negara Indonesia, tidak utuh alias dipotong-potong.
Menurutnya, Tito telah bertemu sejumlah ormas Islam untuk memberikan klarifikasi seputar hal tersebut.
"Itu dipenggal pidatonya, nggak utuh. Saya rasa Kapolri sudah klarifikasi kepada semua pihak. Kapolri maraton itu klarifikasi dan terakhir hari ini ormas Islam sudah bertemu," katanya.
Sebelumnya, Tito mengatakan, hanya NU dan Muhammadiyah yang berperan dalam proses berdirinya Indonesia di masa lalu. Ormas Islam lain justru disebut Tito kerap berupaya meruntuhkan Indonesia.
Pernyataan yang disampaikan Tito dalam sebuah pidato itu beredar lewat media sosial dan langsung mendapat protes keras dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
"Sikap dan pengetahuan Anda (Tito) tentang hal Ini sangat mengecewakan. Ada banyak Ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang ikut berjuang mati-matian melawan penjajah di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh sampai Halmahera," kata Tengku di akun Facebook-nya.
MUI sendiri merespons protes Tengku Zulkarnain tersebut. MUI menegaskan protes Tengku Zulkarnain merupakan pernyataan pribadi, bukan atas nama kelembagaan MUI. (osc)