"Mereka sudah paham semua, area rawan korupsi sudah paham. Ya perencanaan anggaran, ya jual beli jabatan. Bolak balik Pak Presiden, Pak Menko (Polhukam), sampai saya, sudah ngomong semua," cetusnya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, tersangka kasus suap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengaku tak paham bahwa perbuatannya adalah pelanggaran hukum.
Nyono ditangkap KPK, di Stasiun Solo Balapan pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 17:00 WIB, setelah menerima uang dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Jombang Inna Silestyanti (IS) untuk mengamankan jabatan.
Sumber suap diduga berasal dari hasil pungutan liar (pungli) dari dana kapitasi BPJS di Puskesmas se-Jombang.