"Penambahan bangunan, selain mengurangi resapan air, juga memengaruhi struktur tanah yang rawan longsor. Kalau hujan itu bukan faktor utama longsor," kata dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhi, lanjutnya, pernah melakukan penelitian pada 2016 terkait bangunan liar di kawasan Puncak. Bahwa, terdapat 340 bangunan komersil di kawasan puncak. Sebanyak 40 persen di antaranya merupakanan bangunan liar yang tidak memiliki izin.
"Harusnya jangan berhenti. Kami dorong ke pihak pemerintah kota harus ada audit bangunan dan lingkungan, terutama terhadap sarana komersil," cetusnya.
Diketahui, empat titik di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Bogor, mengalami longsor, pada Senin (5/2). Yakni, Panimbangan Kecil, Desa Tugu Selatan; daerah sekitar Masjid Atta Awun, Desa Tugu Selatan; di Villa Pengayoman, Desa Cibeureum; dan di Kampung Babakan, Desa Cibeureum.
Jalur utama Puncak sempat dibuka sementara. Namun, jalur ini akan kembali ditutup saat pembersihan material longsor dilanjutkan.
Selain menimpa tiga rumah, longsor di Cijeruk juga membuat terganggunya jalur kereta Sukabumi-Bogor. Sebab, tanah penyangga rel longsor. (arh/gil)